Mengapa Fosil di Dalam Tanah Tidak Hancur?

Oleh: Mirzam Abdurrachman* (Geolog)

Halo adik-adik, mengapa ya kira-kira fosil dalam tanah bisa awet atau tidak hancur? Namun sebelum itu, kita coba ingat kembali ya… Apa sebenarnya fosil itu? Fosil adalah sisa mahluk hidup, baik itu tumbuhan ataupun hewan yang telah berubah menjadi batu atau mineral.

Mengapa sisa mahluk hidup bisa berubah menjadi batu atau mineral? Mahluk hidup yang mati punya dua bagian utama, yaitu:
* bagian lunak, misalkan daging, mata, dan sebagainya; serta
* bagian yang keras, seperti tulang, gigi, cangkang, dan sebagainya.

Ketika mahluk hidup tersebut mati dan tertutupi lapisan tanah atau sedimen halus seperti lempung, maka tidak ada atau sangat sedikit kandungan oksigen di sekitar bangkai hewan atau sisa-sisa tanaman itu. Akibatnya bakteri pembusuk (yang menyebabkan proses pembusukan) menjadi tidak bisa hidup dan berkembang biak. Karena kondisi itu, sisa mahluk hidup yang keras tersebut akan terawetkan dan tidak hancur.

Kemudian sejalan dengan waktu yang sangat lama, hingga jutaan tahun, lebih banyak lagi lapisan sedimen yang menumpuk di atasnya. Akibatnya tekanan dan suhu akan bertambah, sehingga sisa-sisa makhluk hidup tadi berubah bentuk menjadi mineral yang keras sehingga menjadi batu. Jadi deh sisa mahluk hidup tersebut terawetkan dan tidak hancur, serta bisa dilihat oleh kita semua dan adik-adik saat ini sebagai fosil, yang sebenarnya adalah batu.

Gambar berikut menunjukkan skema proses pembentukan fosil.

fossil formation

Gambar 1. Skema pembentukan fosil

Kalau adik-adik pergi ke museum geologi, maka kalian bisa melihat ada fosil ikan, fosil gigi buaya, fosil gajah purba (Gambar 2), dan juga fosil nyamuk di dalam amber (getah pohon) seperti yang adik-adik lihat di film Jurrasic Park (lihat Gambar 3). Bahkan jejak kaki hewan purba juga bisa tercetak dalam batuan. Prosesnya sama dengan yang sudah dijelaskan. Jejak ini juga termasuk fosil.

gajah purba

Gambar 2. Fosil gajah purba di museum geologi

 

mantis

Gambar 3. Fosil belalang sembah (praying mantis) yang terperangkap getah (amber)

Jika adik-adik tertarik lebih jauh tentang fosil, ada loh ilmu yang secara khusus mempelajari fosil, yaitu Paleontologi. Ilmu ini merupakan cabang ilmu Geologi. Indonesia masih perlu banyak ahli ilmu ini. Ayo kita pelajari lebih dalam fosil-fosil di sekitar kita ya. (/DEI)

Sumber gambar:
1. http://goo.gl/njfEPH, diakses 8 Juli 2014.
2. http://goo.gl/iLzKs1, diakses 8 Juli 2014.
3. http://goo.gl/5Wra6V, diakses 8 Juli 2014.

*Mirzam Abdurrachman mendapatkan gelar Sarjana dan Magister dalam bidang Teknik Geologi dari ITB pada tahun 1999 dan 2004. Ia kemudian melanjutkan studi di Akita University, Jepang, dan meraih gelar doktor pada tahun 2008. Saat ini ia bekerja sebagai dosen pada Program Studi Teknik Geologi ITB, dengan fokus penelitian dalam bidang Petrologi.

 

 

One thought on “Mengapa Fosil di Dalam Tanah Tidak Hancur?

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.