Mengapa Asap Gunung Meletus Berbahaya Bagi Manusia?

Oleh: Dasapta Erwin Irawan* (Geolog)

Adik-adik pernah mendengar tentang Gunung Vesuvius dan Kota Pompeii? Coba kalian cari di Internet. Berikut adalah salah satu video dokumentasi Kota Pompeii yang ada di Youtube.

Alkisah pada tahun 79 Gunung Vesuvius di Italia meletus hebat. Energi letusannya meluluhlantakkan apapun yang ada di kaki gunung. Namun kabarnya bukan hanya aliran piroklastik panas yang membunuh banyak penduduk Pompeii. Ada yang lain. Dan itu adalah gas yang sangat panas.

Saat Adik-adik duduk di dekat perapian saat berkemah atau ada di dapur saat Ibu atau Ayah memasak, maka Adik-adik pasti akan merasakan udara panas bila mendekat ke arah kompor. Begitulah kurang lebih suasana saat gunung meletus. Bedanya adalah panas itu bisa menghantam kita ratusan km per jam kecepatannya.

Pada kejadian yang lain, pada tanggal 21 Agustus 1986, terjadi erupsi gas volkanik di Danau Nyos di utara Kamerun (Afrika). Danau Nyos merupakan sebuah danau kawah gunung api. Pada hari itu, dasar Danau Nyos mengeluarkan gas. Penduduk desa di sekitarnya, tidak ada yang sadar, karena kejadiannya malam hari saat mereka tidur. Saat bencana alam ini diketahui, korban jiwa telah mencapai lebih dari 1700 penduduk. Para korban itu telah menghisap udara yang mengandung karbon dioksida sangat banyak (CO2).

Saat gunung meletus tidak hanya material lava dan piroklastik yang dimuntahkannya, tetapi juga gas panas dan beracun. Gas beracun yang antara lain mengandung karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), SO2 (sulfur dioksida), dan HCl (Asam hidroklorida), hidrogen fluorida (HF), hidrogen sulfida (H2S), amonia (NH3), dan metana (CH4) keluar dari kawah kemudian bercampur dengan udara sekitarnya. Udara itu juga memiliki tingkat keasaman (pH) yang tinggi.

Tabel kandungan gas volkanik

Jenis gas Kandungan gas (%/volume)
H2O 50 – 90
CO2 1 – 40
SO2 1 – 25
H2S 1 – 10
CO 10-4 – 10 -2
CS2 10-4 – 10 -2
HCl 1 – 10
HF < 10-3

Selain membuat badan menjadi lemas, bila terhisap terus-menerus bisa mengakibatkan iritasi pada organ badan manusia. Dalam proses iritasi, sel dan jaringan organ ibaratnya akan rusak dan meleleh.

Pernahkah Adik-adik melihat eksperimen daging ayam yang dicelupkan ke cairan asam? Lihat video berikut.

Selain mengandung zat-zat kimia di atas, gas yang keluar saat gunung meletus juga mengandung serpihan kristal kaca yang sangat kecil (mikro). Kristal kaca itu hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop (lihat foto di bawah ini). Tepiannya yang bergerigi tajam tentunya dapat melukai organ pernafasan manusia saat terhisap.

Partikel abu volkanik yang dilihat menggunakan Mikroskop Pindai Elektron atau Scanning Electron Microscope (SEM)
Demikian Adik-adik, bahayanya gas volkanik yang keluar saat gunung api meletus. Kalau kalian tinggal di sekitar gunung api yang aktif pastikan selalu menyimpan masker di rumah. Segera pakai masker itu bila terjadi bencana. Ikuti Ayah dan Ibu untuk segera mengungsi. Saat ini pemberitahuan adanya bencana atau gejala akan terjadi letusan gunung api disiarkan secara cepat oleh stasiun berita radio dan televisi. Semoga kita semua dihindarkan dari bencana itu.

Sumber gambar: https://volcanoes.usgs.gov/volcanic_ash/components_ash.html

*Dasapta Erwin Irawan adalah seorang geolog yang mendalami ilmu air tanah. Ia meraih gelar doktor dalam bidang ilmu air tanah dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 2009. Dunia pendidikan adalah passion-nya, sehingga ia memutuskan untuk menjadi dosen di almamaternya, yaitu ITB.

One thought on “Mengapa Asap Gunung Meletus Berbahaya Bagi Manusia?

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.