Apa sih Tri Hita Karana itu?

Oleh: I Wayan Suweca* (Anggota Pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia, Jawa Barat)

Barangkali di antara adik-adik, khususnya adik-adik yang tinggal di Bali, pernah atau bahkan sudah sering mendengar ungkapan Tri Hita Karana. Apa sih artinya? Ungkapan Tri Hita Karana terdiri dari tiga kata, yaitu Tri yang artinya tiga; Hita berarti kesejahteraan atau kebahagiaan, dan Karana berarti penyebab. Jadi Tri Hita Karana dapat diartikan sebagai tiga penyebab kesejahteraan atau kebahagiaan bagi manusia.

Ketiga penyebab kesejahteraan tersebut adalah pertama faktor hubungan manusia dengan Pencipta, yang dalam bahasa Bali sering disebut sebagai unsur Parahyangan (berasal dari kata Hyang yang berarti Tuhan). Unsur kedua adalah faktor hubungan sesama manusia dan disebut unsur Pawongan (berasal dari kata Wong yang berarti manusia). Faktor yang ketiga disebut Palemahan yang berarti hubungan antara manusia dengan lingkungan atau alam semesta. (Kata Palemahan berasal dari kata Lemah, yang dapat diartikan sebagai dunia fana ini.)

TriHitaKarana

Pesan moral yang ingin disampaikan kepada kita semua adalah bahwa untuk mencapai kesejahteraan, kebahagiaan, kedamaian dan kemuliaan dalam hidup ini, maka kita hendaknya selalu menjaga hubungan kita sebagai manusia dengan ketiga unsur yang telah disebutkan di atas.

Menurut beberapa informasi yang pernah Kakak baca, kata Tri Hita Karana itu sendiri muncul pertama kali pada tanggal 11 Nopember 1966, pada waktu diselenggarakannya Konferensi Daerah l Badan Perjuangan Umat Hindu Bali bertempat di Perguruan Dwijendra Denpasar.

Untuk mengharmoniskan unsur Parahyangan, kita sebagai manusia hendaknya senantiasa mengacu dan melaksanakan segala perintah-NYA dan menjauhi larangan-NYA. Untuk memantapkan unsur Pawongan, kita harus selalu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia tanpa memandang status sosialnya, agamanya, suku bangsanya, dan sebagainya. Selain itu kita harus senantiasa mengembangkan rasa kasih kepada semua makhluk hidup lainnya. Untuk menjaga unsur Palemahan kita harus memelihara, merawat, dan menjaga alam semesta tempat kita hidup.

Itulah sekilas tentang arti dan sejarah ungkapan Tri Hita Karana. Semoga tulisan singkat ini dapat memberikan informasi awal bagi adik-adik yang membutuhkannya.

Sumber gambar: http://www.topholidaysbali.com

*I Wayan Suweca adalah dosen Teknik Mesin di Institut Teknologi Bandung. Ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang Teknik Mesin dari ECL (Ecole Centrale de Lyon) Perancis pada tahun 1990. Saat ini ia menjabat sebagai anggota pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Jawa Barat.

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.