Tanah Terbuat dari Apa?

Oleh: Dasapta Erwin Irawan* (Geolog)

Tanah adalah material padatan yang merupakan hasil dari proses pelapukan batuan. Mungkin kalian bingung, bebatuan yang keras kok bisa jadi butiran tanah yang lepas-lepas.

Andai ada sepotong biskuit. Saat biskuit itu digosok-gosok dengan jari, maka akan ada remah-remahnya yang rontok dan jatuh ke lantai. Nah begitulah kira-kira proses pelapukan batuan. Tentunya bukan karena digosok dengan jari ya.

Batuan yang keras lama-kelamaan akan mengalami proses pelapukan (weathering), yakni sebuah proses yang mengakibatkan ikatan-ikatan butiran pada batuan yang awalnya kuat menjadi lemah, dan pada akhirnya akan terlepas. Butiran-butiran yang terlepas itu kemudian menjadi tanah.

@dasaptaerwin CC-BY

Apa penyebab pelapukan?

Ada banyak penyebabnya, temperatur adalah salah satunya. Batuan, sekeras apapun, bila bertahun-tahun bahkan ribuan atau jutaan tahun mengalami suhu panas dan dingin, akan melemah dan kemudian meluruh menjadi tanah. Apalagi kalau diterpa angin kencang atau dialiri air. Proses pelapukan batuan akan makin cepat terjadi.

Udara yang lembab juga dapat mempercepat pelapukan. Kombinasi suhu panas dan dingin serta kelembaban tinggi menyebabkan pelapukan di kawasan tropis, termasuk Indonesia, menjadi sangat cepat. Lapisan tanah pun menjadi tebal-tebal.

Kalau Adik-adik ingin bukti, Adik-adik bisa melihatnya bersama Ayah dan Ibu saat melaju di jalan tol. Amati tebing-tebing di sebelah kiri dan kanan jalan. Pasti masih terlihat keras pada saat awal jalan tol beroperasi. Tetapi, setahun atau dua tahun kemudian, tebing yang sama menjadi mulai hijau karena banyak rumput dan lumut. Adanya rumput merupakan tanda bahwa proses pelapukan telah terjadi. Jelas bukan, karena rumput perlu tanah untuk hidup.

*Dasapta Erwin Irawan adalah seorang geolog yang mendalami ilmu air tanah. Ia meraih gelar doktor dalam bidang ilmu air tanah dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 2009. Dunia pendidikan adalah passion-nya, sehingga ia memutuskan untuk menjadi dosen di almamaternya, yaitu ITB.

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.