Saya Ingin Menjadi Detektif. Apakah Hal Itu Mungkin di Indonesia?

Wawancara dengan: IPDA Asep Deradjat* (Polisi dan Mantan Intel)

Untuk menjawab pertanyaan yang sangat menarik ini, Tim Anakbertanya.com telah mewawancarai IPDA Asep Deradjat, seorang inspektur polisi yang pernah menjadi “intel”. Nah, Adik-adik, yuk kita simak hasil wawancara tersebut.

[A = Tim Anakbertanya.com, N = Narasumber]

A: Selamat siang Pak, kami dari Anakbertanya.com ingin mewawancarai Bapak tentang kemungkinan seseorang menjadi detektif di Indonesia. Namun, sebelumnya, kami ingin mengajukan beberapa pertanyaan seputar detektif itu dulu. Apa sih detektif itu?

N: Detektif adalah orang yang melakukan penyelidikan terhadap suatu kasus yang sifatnya rahasia.

A: Lalu apa bedanya dengan “intel”?

N: Intel adalah sebutan detektif yang bekerja untuk kepolisian, sedangkan detektif bekerja untuk swasta.

A: Tugas detektif itu apa?

N: Detektif bertugas melakukan penyelidikan terhadap suatu kasus yang sulit untuk diungkap oleh pihak lain. Detektif bertugas untuk mencari data-data secara detil lalu melakukan analisa untuk mendapatkan akar permasalahan.

A: Bagaimana cara kerja seorang detektif?

N: Untuk menyelidiki suatu kasus, seorang detektif kadang harus menyusup ke suatu kelompok yang ingin diteliti dengan menyamar menjadi anggotanya. Detektif biasa berpakaian layaknya penjahat untuk mengelabui “musuh”. Sambil menyusup, dia akan mencari data-data yang dibutuhkan, lalu pergi dan menganalisanya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

A: Apakah risiko menjadi detektif?

N: Biasanya detektif bertugas pada kasus-kasus kejahatan, sehingga jika terbongkar identitasnya ketika menyamar, nyawa menjadi taruhannya.

A: Apakah mungkin menjadi detektif di Indonesia?

N: Tentu saja mungkin. Bisa menjadi detektif swasta, atau bekerja untuk kepolisian sebagai intel.

A: Bagaimana caranya menjadi seorang detektif?

N : Seseorang yang ingin menjadi detektif tidak harus bersekolah formal, bisa dengan belajar secara otodidak. Tetapi untuk menjadi seorang intel harus masuk ke sekolah intelijen yang banyak pilihannya di Indonesia.

A: Terima kasih atas waktunya, Pak.

Nah, dari hasil wawancara tersebut, ternyata sangat mungkin loh untuk menjadi detektif di Indonesia. Jadi, untuk Adik-adik yang ingin menjadi detektif, jangan pantang menyerah ya. Jangan lupa belajar agar kalian bisa diterima di sekolah intelijen nantinya, misalnya di Sekolah Tinggi Intelijen Negara. (/DEA & JoL)

*Asep Deradjat adalah seorang Inspektur Polisi Dua di Polrestabes Bandung dengan jabatan Kasubsi Yanma Sium. Sebelumnya ia mengenyam pendidikan di Seba Polri 1984, Dik Jurdas Intel 1985, dan SAG PA 2014, dan pernah menjadi intel.

22 thoughts on “Saya Ingin Menjadi Detektif. Apakah Hal Itu Mungkin di Indonesia?

  1. Detective Lawrenzo says:

    Kepingin x lh aku jdi detektif, apalagi jdi detektif kepolisian (Intel), klo yg detektif swasta takutnya aku kyk jdi ryo saeba

  2. eni susanti says:

    Klo memungkinkan aku ingin menjadi intel atau pun detective.apa lagi menyelidiki sesuatu yang tersembunyi spt ny penuh tantangan

  3. Damar Bagus Samudra says:

    Saya mau menjadi detektif walaupun umur saya 14 tapi saya ingin banget menjadi detektif saya ingin memecahkan masalah

  4. L Riaru says:

    Kemampuan saya adalah inteljen, saya memiliki hobi sebagai observator, saya selalu bisa menebak dan menilai sesuatu yang muskil (belum jelas), dan bidang inilah yang paling menonjol dalam diri saya. Tetapi sangat disayangkan, saya bersekolah di sekolah umum negeri dan di bidang IT. Dan sekarang, saya sedang mencari tahu apa saja proses yang harus saya lakukan untuk ini. Tokoh fiksi yang menginspirasi saya adalah L Lawliet dari serial animasi Death Note.

  5. diah says:

    Kebanyakan nonton drama yg detektif intinya memecahkan kasus kayanya seru, mikir trs, nemu kejanggalan dan terpecahlah kasus, jd pengen ?

  6. Nurul ahda ikhsani says:

    Saya jg ingin detektif namun sulit d indonesia karena badan hukum menaungi belum ada

  7. vieri says:

    Saya umur 16 sudah mengungkap 3 kasus,perampokan,pembunuhan,dan pembunuhan berencana,tapi yg mengambil semua hasil adalah polisi padahal 70% nya saya yg selidiki. Andai indonesia punya naungan untuk para org2 dengan bakat analisis,logica yg tinggi yg mau jadi detektif

  8. Devi says:

    Apakah ada grup sosmednya?? Mungkin bisa membantu agar dapat saling bertukar pikiran tentang kasus-kasus yang terjadi di indonesia

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: