Mengapa Tulisan Pensil Bisa Dihapus Tetapi Tulisan Pulpen Tidak Bisa?

Oleh: Muhammad A. Martoprawiro* (Kimiawan)

Supaya bisa menjawab pertanyaan di atas, Adik-adik perlu tahu dulu sebenarnya apa perbedaan pensil dengan pulpen atau tinta ballpoint? Pensil terbuat dari campuran grafit (mineral yang tersusun atas karbon-karbon yang berikatan satu sama lain membentuk pola “sarang lebah”) dengan clay (tanah liat). Clay berfungsi untuk merekatkan grafit supaya menyatu utuh dalam satu batang pensil. Ketika dituliskan, grafit tersebut berpindah dari batang pensil ke kertas. Nah, di sini terjadi interaksi antara grafit tersebut dengan kertas, yang berupa interaksi fisika.

Sebelum kita teruskan, saya ceritakan dulu dua macam interaksi yang bisa terjadi antar-zat, yaitu interaksi fisika dan interaksi kimia. Interaksi fisika antara dua zat itu lemah, sedangkan interaksi kimia umumnya lebih kuat. Ada perbedaan lainnya antara kedua jenis interaksi ini, tapi lebih baik kita bahas lagi di tulisan yang lain, atau silakan Adik-adik mencari pembahasan tentang kedua jenis interaksi ini di Internet.

Selain interaksinya yang lemah, penempelan grafit yang hitam itu pada kertas terjadi di permukaan kertas. Proses penempelan zat di permukaan disebut dengan adsorpsi (penjerapan; kata dasar: jerap). Ketika kita menggosokkan penghapus pada tulisan, terjadi persaingan antara interaksi tarik-menarik si grafit dengan kertas, melawan si grafit dengan penghapus. Karena kita berikan tenaga, kita membantu agar interaksi yang menang adalah interaksi antara si grafit dengan penghapus, yang pada akhirnya memindahkan si grafit dari kertas ke penghapus. Jadi ada dua hal yang membuat hal ini mudah terjadi, yaitu pertama, interaksi grafit dan kertas lemah, dan kedua, penempelannya hanya di permukaan (adsorpsi).

Nah, sekarang apa bedanya dengan tinta? Proses menempelnya tinta ke kertas sebetulnya berupa interaksi fisika juga, tetapi yang terjadi bukanlah adsorpsi. Tinta tidak hanya menempel di permukaan kertas, tetapi juga menyelinap ke dalam pori-pori (lubang-lubang halus) pada zat kertas tersebut. Kejadian ini disebut dengan absorpsi (penyerapan; kata dasar: serap), dengan masuknya tinta ke dalam “tubuh” kertas, tidak cuma menempel di permukaan. Berbeda dengan grafit yang berupa padatan, tinta berupa cairan yang memudahkannya untuk menyelinap masuk pori-pori kertas. Kalau kita bayangkan kertas dengan ketebalan tertentu, si tinta masuk menuju ke bagian tengah ketebalan kertas itu. Dengan menggosokkan penghapus pensil jelaslah tinta tidak mudah lepas dari kertas. Kalaupun ingin menghilangkan tinta, sebagian zat kertas di permukaan harus turut terlepas.

penghapus

Tentu kita mengetahui, bahwa ada yang disebut penghapus tinta. Hanya saja dibuat dari bahan yang berbeda, yang lebih keras dan kasar dibanding penghapus pensil. Penghapus tinta itu akan menghancurkan sebagian dari lapisan kertas hingga ke lapisan terjauh tinta pulpen itu terserap, untuk melepaskan tinta dari kertas. Coba perhatikan bedanya dengan penghapus pensil, yang hanya berupa kompetisi sederhana antara permukaan kertas dan permukaan penghapus dalam “memperebutkan” si grafit hitam manis itu. Dari kompetisi itu, grafit berpindah dari kertas ke penghapus, diikuti dengan terlepasnya sebagian penghapus menjadi bulir-bulir penghapus bersama grafit yang menempel bersamanya (yang selanjutnya kita tiup/buang itu loh!)

Dari jawaban pertanyaan di atas, kita mengenal dua istilah baru, yaitu ADSORPSI dan ABSORPSI. Adsorpsi adalah penempelan atau penjerapan suatu bahan pada permukaan bahan lain, sedangkan absorpsi adalah penyerapan suatu bahan masuk ke dalam pori-pori bahan lain. (/JL)

Sumber gambar: http://www.quora.com

*Muhammad A. Martoprawiro adalah seorang kimiawan, yang telah menjadi dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, sejak tahun 1987. Ia meraih gelar doktor dalam bidang Kimia dari University of Sydney, Australia, pada tahun 1999.

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.