Mengapa di Kota Sering Terjadi Kemacetan?

Oleh: M. Luthfi Ersa Fadillah* (Sarjana Sosiologi)

Kemacetan bisa diibaratkan seperti orang sakit. Kita tahu kan mengapa orang bisa sakit? Itu tandanya ada bagian tubuh yang tidak berjalan sesuai fungsinya. Begitu juga dengan kemacetan.

Kemacetan adalah pertanda ada sesuatu yang tidak berjalan secara semestinya, khususnya di jalanan. Banyak sekali hal yang menyebabkan kemacetan. Salah satu jawaban yang sering kita dengar adalah bahwa kemacetan disebabkan oleh banyaknya mobil dan motor di jalan, ya kan? Tentu itu jawaban yang baik, tetapi jawaban tersebut tidak cukup menjelaskan mengapa terus terjadi kemacetan.

kemacetan-di-jalan-gatot-subroto

Dari kaca mata ilmu sosiologi, kemacetan bisa terjadi karena beberapa hal. Faktor yang paling sering terjadi adalah banyak sekali pengendara mobil dan motor yang dengan sengaja melanggar peraturan lalu lintas.

Pelanggaran itu pun beragam. Ada yang sering berkendara secara ugal-ugalan, menerobos lampu merah, hingga berkendara melawan arus jalan. Kamu pernah lihat kejadian seperti itu kan?

00f4b7d3-92e5-4f97-80a3-dcbc55f0ae1d_169

Masih ada hal lain, salah satunya banyak pedagang kaki lima yang sering berjualan di tepi jalan atau yang pasti sering kamu lihat adalah parkir liar. Keduanya seringkali menyebabkan jalanan semakin sempit dan memperkecil ruang gerak kendaraan.

Bahkan, tak sedikit pengendara motor yang sengaja berjalan di jalur pedestrian (pejalan kaki).

Tanpa disadari, kemacetan tidak terjadi karena jumlah kendaraan saja tetapi juga sikap pengendara di jalanan itu sendiri sangat berpengaruh terhadap kelancaran lalu lintas.

Lalu, bagaimana supaya tidak macet? Sederhana kok, kita bisa mulai dari diri sendiri untuk patuh pada aturan lalu lintas. (Bila kamu sedang bepergian dengan Ayah atau Ibu dengan kendaraan, ingatkan Ayah atau Ibu untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas ya..) Alternatif lainnya adalah menggunakan angkutan umum ketimbang kendaraan pribadi.

Sumber gambar:

  1. https://luckydc.files.wordpress.com
  2. https://images.detik.com/community

*Muhammad Luthfi Ersa Fadillah adalah sarjana sosiologi lulusan Universitas Negeri Jakarta, yang mendalami Pendidikan Sosiologi. Selain Sosiologi, ia tertarik pada kajian Pendidikan, Filsafat, dan Sejarah. Sambil mengisi waktu luang, ia sering menulis esei sederhana dalam blog penyusundiksi.blogspot.com.

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: