Mengapa Tidak Ada Lagi Planet Pluto, Padahal Dulu Ada?

Oleh: Hanief Trihantoro* (Sarjana Astronomi & Pengelola DuniaAstronomi.com)

Pertanyaannya bagus nih, dan ada banyak orang yang menanyakannya loh. Sebenarnya, Pluto masih ada di Tata Surya kita kok. Perubahan yang dialami Pluto hanyalah statusnya yang tidak lagi disebut sebagai planet, melainkan menjadi planet katai (dwarf planet).

Perubahan tersebut diputuskan pada Pertemuan Umum XXVI IAU (International Astronomy Union), yang diadakan pada tahun 2006, ketika mereka membuat definisi baru untuk bermacam kategori benda langit di Tata Surya.

Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah mereka menentukan definisi planet. Berdasarkan definisi baru, sebuah planet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari, berbentuk (hampir) bulat karena berada dalam keadaan setimbang hidrostatis, dan dominan di orbitnya.

(1) A “planet” is a celestial body that (a) is in orbit around the Sun, (b) has sufficient mass for its self-gravity to overcome rigid body forces so that it assumes a hydrostatic equilibrium (nearly round) shape, and (c) has cleared the neighbourhood around its orbit. [Sumber: iau0603 — Press Release]

Kemudian, mereka juga memberikan definisi planet katai sebagai benda langit yang mengelilingi Matahari, berbentuk (hampir) bulat karena berada dalam keadaan setimbang hidrostatis, tidak dominan di orbitnya, dan bukan satelit. Selanjutnya didefinisikan bahwa semua benda lainnya, kecuali satelit, yang mengelilingi Matahari disebut sebagai benda kecil Tata Surya.

Dengan definisi ini, Pluto dianggap planet katai karena adanya Charon sebagai satelit Pluto yang ukurannya tidak berbeda jauh dengan Pluto, sehingga Pluto dianggap tidak dominan di orbitnya.

Tahukah Adik-adik bahwa Pluto pertama kali ditemukan pada tahun 1930 oleh astronom Amerika Serikat, Clyde Tombaugh. Sejak saat itu, Pluto disebut sebagai planet kesembilan.

Namun setelah banyak ditemukan objek lain di sekitar Pluto, seperti Quaoar (2002), Sedna (2003) dan Eris (2005), para astronom mulai meragukan status Pluto. Terutama karena Eris berukuran lebih besar dari Pluto dan akibatnya Eris sempat mendapat julukan planet kesepuluh. Bahkan ada juga ide untuk menganggap Charon sebagai planet kembar bersama Pluto, lalu Ceres dan Eris juga disebut planet, sehingga jumlah planet pun dapat mencapai 12 buah.

Definisi planet sendiri memang belum pernah ditentukan secara resmi sebelumnya, jadi ada kerancuan mengenai berbagai objek baru yang ditemukan di area Objek Sabuk Kuiper, yaitu daerah yang terletak lebih jauh dari Pluto. Kalau tidak dibatasi, jumlah planet di Tata Surya mungkin akan terus bertambah.

Dengan adanya definisi baru, penambahan planet ini dapat dicegah. Setidaknya sampai saat ini atau ketika para astronom sudah merasa perlu membuat definisi baru lagi.

Sumber gambar: https://www.nasa.gov

*Hanief Trihantoro meraih gelar Sarjana dalam bidang Astronomi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, pada tahun 2006. Ia mendirikan DuniaAstronomi.com dan saat ini bekerja di Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: