Mengapa Terjadi Erosi?

Oleh: Imam A. Sadisun* (Geolog)

Erosi atau pengikisan awalnya adalah proses alamiah, namun sejalan dengan perkembangan kehidupan umat manusia, maka erosi pun dapat disebabkan oleh manusia. Sebelum menjelaskannya lebih jauh, pernahkah adik-adik melihat aliran air sungai saat hujan? Keruh atau jernihkah kelihatannya? Pastinya air sungai tersebut terlihat keruh ya, dengan warna coklat pekat. Yang menyebabkan warna keruh tersebut adalah banyaknya partikel/butiran tanah yang terbawa oleh air sungai dari daerah hulu ke hilir.

Dari manakah butiran tanah itu? Butiran tanah berasal dari batuan atau tanah di tepian sungai yang terlepas dari batuan atau tanah asalnya. Lepasnya butiran tersebut disebabkan banyak hal. Bisa karena pelapukan, tergerus aliran air, tergerus angin, bahkan bisa karena tetesan air hujan. Coba adik-adik masuk ke situs ini: E-learning Freie University Berlin.

Dalam situs itu dapat dilihat bagaimana tetesan air hujan dapat melepas butiran tanah dan mengangkatnya ke udara. Video tetesan air tersebut direkam dengan alat canggih — cantik bukan? Itu hanya satu tetes air. Bayangkan bila terjadi hujan deras. Air hujan itu akan mengalir ke tempat yang lebih rendah dengan membawa butiran tanah yang telah terlepas, hingga akhirnya masuk ke dalam aliran sungai.

Energi air sungai yang besar dapat mengikis lebih banyak lagi butiran tanah di sepanjang alirannya. Pada musim hujan, jumlah air di sungai makin banyak, energi yang dihasilkannya pun makin besar, dan akibatnya butiran tanah yang dibawanya pun bertambah.

Selain karena besar atau kecilnya energi air, erosi juga ditentukan oleh:

  1. keras atau lunaknya material di sepanjang aliran sungai. Bebatuan keras akan lebih sulit dikikis dibandingkan yang lunak.
  2. jenis tanah. Tanah liat yang sifatnya lebih lengket akan lebih sulit mengalami erosi dibandingkan tanah pasir yang mudah lepas butirannya.
  3. kemiringan lereng. Makin terjal kemiringan lereng, maka energi erosi akan makin besar dibanding lereng yang landai.
  4. jenis penggunaan lahan. Erosi akan sangat mudah terjadi pada lahan gundul, dibandingkan pada lahan yang memiliki banyak tetumbuhan. Oleh karenanya hutan di pegunungan harus tetap hijau, jangan ditebang hingga gundul.

Selain air, angin juga bisa mengikis tanah dan bebatuan. Bila kita tinggal di gurun pasir, maka proses erosi akan banyak disebabkan angin. Apalagi di daerah itu sering terjadi badai gurun. (/DEI)

Sumber gambar: http://www.antaranews.com

*Imam A. Sadisun adalah dosen di Kelompok Keahlian Geologi Terapan, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung. Ia mendapatkan gelar doktornya dalam bidang Rekayasa Sumberdaya Bumi dari Universitas Kyushu, Jepang.

One thought on “Mengapa Terjadi Erosi?

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.