Mengapa Saya Harus Sekolah Hingga Kuliah?

Oleh: Nisa Faridz (Mahasiswa Program Doktor Administrasi dan Kebijakan Pendidikan)

Sebelum dijawab, saya mau tegaskan dulu bahwa pemerintah kita tidak mengharuskan kamu untuk sekolah hingga kuliah. Seperti di banyak negara lain, setiap anak di Indonesia saat ini wajib bersekolah sampai 9 tahun. Coba kita hitung: SD kan 6 tahun, lalu SMP 3 tahun, jadi kalau sudah lulus SMP, wajib belajarnya selesai. Tentu lebih baik lagi kalau kamu tamat SMA.*

TAPI, mungkin orangtua, guru, teman, atau orang-orang yang kita hormati bilang: “sekolah yang tinggi, jangan puas kalau cuma sampai SMA!”

Mengapa ya mereka seolah-olah mengharuskan kita sekolah hingga kuliah?

Biasanya mereka bilang seperti itu karena yakin bahwa kalau kamu punya ijazah dan titel sarjana, misalnya “œSarjana Ekonomi”, maka kamu akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

 

“Ah masa, banyak kok lulusan SMA bisa kerja juga!” — begitu mungkin jawabmu. “Bahkan paman saya tidak pernah kuliah bisa jadi pengusaha sukses!”

Kamu tidak salah loh, benar bahwa di Indonesia, banyak pekerjaan yang tidak membutuhkan gelar sarjana. Tetapi banyak juga pekerjaan yang membutuhkan gelar sarjana. Maka coba kamu tanya dirimu sendiri, apa cita-citamu?

Sejak kecil, saya ingin jadi guru. Dan kalau mau menjadi guru resmi di Indonesia, saya harus kuliah. Kalau kamu mau bekerja di bank, juga demikian. Atau kamu mau menjadi reporter yang sering kamu tonton di televisi? Ya, harus kuliah. Bukan saja karena ijazah adalah syarat untuk melamar kerja, tetapi mutu pekerjaanmu akan jauh lebih baik jika kamu punya pengetahuan dan keterampilan yang kamu pelajari di bangku kuliah, bukan di SMA.

“Ah, banyak kok orang yang tidak kuliah tapi sukses, kaya raya dan punya mobil mewah. Sementara yang sampai kuliah bertahun-tahun, tetap naik kendaraan umum.”

Lagi-lagi kamu tidak salah. Nah, untuk menanggapi komentar kamu ini, mari kita lihat apa bedanya sekolah dengan tempat kuliah, yaitu universitas.

Kalau di sekolah, guru tugasnya membantu kamu (siswa) belajar. Tetapi guru di universitas, yang biasanya disebut “dosen“, punya tugas-tugas lainnya selain membantu kamu dan teman-teman (mahasiswa) belajar. Salah satu tugas penting mereka adalah penelitian. Ketika melakukan penelitian, dosen tidak jarang dibantu oleh mahasiswa mereka, dan mungkin itu adalah kamu! Obat yang kita minum ketika kita sakit, adalah salah satu karya universitas. Bahkan ketika kamu membaca tulisan ini menggunakan internet, pernahkah terpikir, siapa yang merancang dan membangun jaringan internet?

Banyak sekali temuan dan ilmu-ilmu baru yang lahir dan disebarluaskan dari universitas. Karena penelitian inilah universitas — yaitu kamu dan teman-teman mahasiswa bersama dosen-dosenmu — bisa membantu masyarakat dunia. Tidakkah kita merasa bahagia dan bangga jika karya kita bisa membantu hidup orang lain? Tidakkah itu berarti “sukses” juga?

Maka orangtuamu, teman-teman, dan juga saya, sangat menyarankan kamu untuk kuliah, supaya jutaan rakyat Indonesia bisa terbantu oleh karya cipta dan hasil penelitianmu.

Sumber gambar: http://salamduajari.com

*Catatan dari Editor: Secara resmi saat ini Pemerintah RI masih menerapkan program Wajib Belajar 9 Tahun, namun pada akhir tahun 2012 yang lalu Kemendikbud merintis program Pendidikan Menengah Universal yang merupakan rintisan program Wajib Belajar 12 tahun.

8 thoughts on “Mengapa Saya Harus Sekolah Hingga Kuliah?

  1. Tri Wahyudi says:

    Kenapa harus sekolah , jawab yang sederhana supaya tidak mudah di bodohin orang lain 😀
    dan menjadi sarat untuk melamar kerja kesana kemari tentunya .

  2. achmad 805 says:

    Saya ingin kuliah tapi biaya nya mahal….jadi saya ga kuliah cuma tamatan S1D1 …hey pemerintah kenapa biaya kuliah mahal…untuk bisa bersekolah di tingkat smp sampai sma…saya harus bekerja nyambi sekolah….dan berapa bnyak temen sebaya saya yg tidak merasakan duduk di bangku smp…boro boro kuliah…

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: