Mengapa Orang Membuat Film?

Oleh: Motulz (Pembuat Video & Pengelola “Motzter“)

Pertanyaan bagus! Kamu pasti suka menonton film ya?

Pada awalnya orang ingin merekam acara panggung teater, agar bisa ditonton berulang-ulang. Jaman dahulu, sebelum ada film, orang menonton hiburan dalam bentuk panggung teater. Tahu ‘kan? Panggung teater itu seperti kalian menonton panggung drama, Srimulat, atau Disney On Ice. Jadi semua penonton duduk berbaris-baris, lalu pertunjukannya tampil di depan kita.

Di Indonesia sepertinya pertunjukan panggung teater memang jarang, yang ada hanyalah seperti pertunjukan Srimulat, lenong Betawi, pertunjukan wayang orang, atau wayang kulit. Nah.. mulai kebayang ‘kan? Sementara di luar negeri pertunjukan panggung teater sudah ngetop sejak lama. Judul pertunjukan teater itu mirip seperti judul film, misalnya yang terkenal Phantom Of The Opera“, “Les Miserables, dan masih banyak lagi.

Film lahir pada awalnya sebagai alat rekam foto bergerak saja. Tidak ada ceritanya, tapi dokumentasi saja. Biasa digunakan oleh para tentara yang sedang berperang maupun yang sedang meliput negara lain. Film pertama tidak bisa merekam suara, makanya film jaman dulu suka disebut sebagai film bisu. Namun sejak film bisa merekam suara, maka film mulai digunakan sebagai media hiburan.

Pertunjukan panggung kini bisa direkam, lalu diputar ulang tanpa perlu ada aktornya di panggung. Lalu, pada jaman perang dunia, rekaman film ini berhasil menghibur tentara-tentara yang berada jauh di medan perang tanpa perlu datang ke panggung teater.

Kata “film” sebetulnya berasal dari nama “bahan perekam”-nya, yaitu pita plastik tipis yang diproses secara kimia yang disebut film. Adik-adik tahu klise foto? Nah, seperti itu kira-kira, hanya foto-foto tadi direkam dalam rangkaian pita panjang sehingga kemudian susunan gambar tadi bisa terlihat bergerak. Makanya di dalam bahasa Inggris film ini disebut juga sebagai MOTION PICTURE atau gambar (picture) yang bergerak (motion). Atau yang lebih umum lagi disebut MOVIE. Sayangnya di dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya sebagai film saja.

Dengan adanya film hiburan, maka kita semua bisa menonton pertunjukan hiburan kapan saja dan dimana saja, bahkan bisa kita tonton berulang-ulang (dalam bentuk video misalnya). Sebelum ada film, jika kita ingin menonton pertunjukan maka kita mesti datang ke panggung pertunjukan teater. Bisa jadi selama tiga hari pertunjukan itu si aktor akan beda-beda acting-nya, katakan karena kelelahan. Tapi sejak ada film, si aktor cukup sekali saja diambil saat shooting, dan setelah itu kita bisa menontonnya berkali-kali.

Adik-adik ingin tahu film jaman dulu seperti apa? Coba minta kepada guru atau orang tua kalian untuk diputarkan film-film yang dibuat jaman dahulu. Selain warnanya hanya hitam putih, kalian akan lihat betapa miripnya acting para bintang film jaman dulu dengan acting bintang teater panggung. Kini, film bukan cuma merekam adegan saja, melainkan sudah bisa dibuat dengan bantuan efek komputer (visual effect = VFX) atau efek khusus (special effect = SFX), sehingga makin seru dan makin luas ide-ide ceritanya.

Sudah paham? OK, selamat menonton film ya!

Sumber gambar: http://www.thestudiotour.com

*Catatan dari Editor: Pertanyaan yang sama kami ajukan pula kepada Garin Nugroho, sutradara film nasional. Beliau menjawab singkat: “untuk mendialogkan sesuatu.” Anak-anak (dan kita semua) tampaknya harus bersabar menunggu jawaban versi panjang dari beliau.

One thought on “Mengapa Orang Membuat Film?

  1. Suwarno Suhardi says:

    Orang membuat film, pertama kali, untuk menunjukkan bagaimana cara kuda berlari.

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: