Mengapa Bunga Bangkai atau Rafflesia Mengeluarkan Bau Seperti Bangkai?

Oleh: Adi Pancoro* (Biolog)

Kita sering mendengar bunga Rafflesia dan bunga Bangkai sebagai bunga yang berbau seperti bangkai, dan sering kali dua bunga ini dianggap sebagai bunga yang sama. Padahal Rafflesia arnoldii dan bunga Bangkai (Amorphpophallus titanium) merupakan dua tanaman yang berbeda. Rafflesia arnoldii tergolong tumbuhan parasit kelas Magnoliopsida, sedangkan bunga bangkai termasuk dalam kelas Liliopsida spesies titanium.

raflesia-dan-bunga-bangkai

Kedua bunga ini berukuran besar dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat seperti bangkai. Tetapi berbeda dalam bentuk, warna, dan cara hidupnya. Bunga Rafflesia termasuk tumbuhan parasit yang hidup pada tumbuhan merambat, sedangkan bunga Bangkai adalah bunga yang hidup sendiri (tidak menjadi parasit bagi tumbuhan lain).

Perbedaan yang paling terlihat antara kedua bunga ini adalah bunga Rafflesia berwarna merah dan memiliki bentuk bunga melingkar dengan diameter mencapai 1 meter dan ketinggian 0,5 meter, sedangkan bunga Bangkai berwarna merah dan hijau dan memiliki ketinggian 4 meter dan diameter 1,5 meter.

Jika bunga seperti mawar mengeluarkan bau yang wangi untuk menarik serangga penyuka madu seperti lebah dan kupu-kupu, kedua bunga ini justru mengeluarkan bau menyengat seperti bangkai yang bertujuan menarik serangga penyuka bangkai seperti lalat dan kumbang untuk membantu penyerbukan.

Bunga bangkai memiliki warna merah di luar dan hijau di dalam, bau busuk yang sangat menyengat ditambah dengan suhunya 36 derajat Celcius, sehingga bunga ini terlihat sangat mirip dengan bangkai segar yang masih hangat.

Bunga Rafflesia memiliki putik dan benang sari pada dua bunga yang berbeda, di sinilah peran serangga sangat diperlukan untuk membantu penyerbukan. Bunga ini hanya mekar selama 7 hari, dan belum tentu pada saat yang bersamaan ada bunga Rafflesia lain dengan jenis kelamin yang berbeda dan jarak yang dekat sedang mekar, sehingga perkembangbiakan bunga ini sangat jarang. Ditambah lagi dengan berkurangnya habitat alami karena penggundulan hutan, keberadaan bunga ini menjadi langka.

Berbeda dengan Rafflesia, bunga bangkai memiliki putik dan benang sari pada satu bunga yang sama, sehingga proses perkembangbiakannya relatif lebih mudah. (/DEA)

Sumber gambar: http://tugassekolah123.blogspot.co.id

*Adi Pancoro tercatat sebagai dosen di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, ITB, sejak tahun 1987. Ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang Genetika Molekul dari Universitas Newcastle, Newcastle upon Tyne, England, pada tahun 1993.

One thought on “Mengapa Bunga Bangkai atau Rafflesia Mengeluarkan Bau Seperti Bangkai?

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.