Bintang Apakah yang Paling Besar?

Oleh: Hanief Trihantoro* (Pengelola “DuniaAstronomi.com)

Bintang kecil, di langit yang biru.
Amat banyak, menghias angkasa.
– Cuplikan lagu “Bintang Kecil” (Daljono)

Siapa sih yang tidak kenal petikan lagu anak-anak yang berjudul “Bintang Kecil” tersebut? Ya, semua bintang di langit malam memang tampak kecil kalau dilihat dari Bumi. Bahkan dengan teleskop yang paling canggih pun bintang akan tetap tampak sebagai titik-titik cahaya. Kecuali bintang yang paling dekat dari kita, yaitu Matahari. Kita bisa melihat bahwa Matahari tampak lebih besar dari bintang-bintang lainnya di malam hari sehingga langit kita jadi terang kalau Matahari sudah terbit. Itu karena Matahari terletak cukup dekat dari kita, “hanya” 150 juta kilometer saja. Tapi sebenarnya seberapa besar Matahari kita itu?

Matahari adalah sebuah bola gas raksasa yang memiliki diameter 1,4 juta kilometer. Jauh lebih besar daripada Bumi yang hanya berdiameter 12 ribu kilometer. Kalau kita mengendarai pesawat terbang yang punya laju 800 km/jam, maka kita perlu waktu 7 bulan untuk mengelilinginya!

Namun sebenarnya Matahari adalah sebuah bintang yang berukuran biasa-biasa saja loh. Ada banyak bintang yang berukuran lebih besar dari Matahari dan ada banyak juga yang berukuran lebih kecil. Nah, bintang apa yang paling besar yang pernah ditemukan?

Bintang terbesar yang pernah ditemukan bernama UY Scuti, yang ditemukan pada bulan Juni 2013. Ukurannya 1.700 kali lebih besar dari Matahari! Kalau bintang ini diletakkan di Tata Surya kita menggantikan Matahari, maka bintang ini akan membentang hingga melewati orbit Jupiter. Sungguh sangat besar ya!

Tahukah kalian, sebenarnya predikat bintang paling besar dapat berganti-ganti. Kenapa? Karena sepanjang hidupnya, bintang dapat berubah menjadi lebih besar (mengembang) atau lebih kecil (mengerut). Jadi bisa saja bintang UY Scuti suatu saat nanti akan mengecil atau akan ada bintang yang mengembang lebih besar dari bintang UY Scuti tersebut. Karena perubahan ukurannya itu mengakibatkan kecerlangannya juga berubah, bintang yang mengembang dan mengerut seperti ini disebut pula sebagai bintang variabel, yaitu bintang yang kecerlangannya berubah-ubah.

Di Galaksi Bimasakti kita ini terdapat banyak bintang variabel. Maka jangan heran kalau status bintang terbesar itu bisa berubah-ubah seiring dengan waktu. Matahari juga suatu saat akan membesar hingga menelan orbit Merkurius dan Venus.

Jadi walaupun bintang terbesar itu bisa berganti-ganti, ada satu hal yang pasti: bintang terbesar di langit Bumi tetaplah Matahari kita.

Sumber gambar: http://upload.wikimedia.org

*Hanief Trihantoro adalah pengelola DuniaAstronomi.com. Ia mendapatkan gelar Sarjana dalam bidang Astronomi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung. Sekarang ia bekerja di Puspa Iptek, Kota Baru Parahyangan, Padalarang – Bandung.

2 thoughts on “Bintang Apakah yang Paling Besar?

Tulis komentar