Mengapa di Pagi Hari, Bulan Masih Terlihat Padahal kan Matahari Sudah Terbit?

Oleh: Hanief Trihantoro* (Sarjana Astronomi & Pengelola DuniaAstronomi.com)

Tahukah Adik-adik, Bulan yang setia mengelilingi Bumi kita ini mendapatkan cahayanya dengan cara memantulkan cahaya Matahari loh. Uniknya, dalam perjalanannya mengorbit Bumi, permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi selalu tetap.

Tetapi, karena permukaan Bulan yang terkena cahaya Matahari selalu berubah, maka ketika dilihat dari Bumi, bentuk Bulan yang terlihat (yaitu bagian yang bercahaya) berubah-ubah pula. Perubahan bentuk Bulan ini biasa disebut sebagai fase-fase Bulan.

Untuk mengelilingi Bumi dalam 1 putaran penuh dan menyelesaikan seluruh fasenya, Bulan memerlukan waktu 29,53 hari. Dengan periode tersebut, Bulan tidak hanya bisa dilihat di malam hari saja. Alasannya karena di setiap fase, Bulan terbit di waktu yang berbeda-beda.

Misalnya, ketika Bulan sedang fase setengah awal (umur Bulan sekitar 7 hari), terbitnya sekitar pukul 12 dan terbenam pukul 00. Berarti kita bisa melihatnya sejak siang hingga tengah malam. Ketika purnama (usia 15 hari), Bulan terbit pukul 18 dan terbenam pukul 06. Sebaliknya ketika Bulan berumur sekitar 21 hari (fase setengah akhir), terbitnya sekitar pukul 00 dan terbenam pukul 12. Berarti kita bisa melihatnya sejak tengah malam hingga siang.

Perlu Adik-adik ketahui juga, jarak Bulan dari Bumi itu cukup jauh, sekitar 384.000 km. Sementara itu jarak Matahari dari Bumi lebih jauh lagi, sekitar 150 juta km. Akibat jauhnya itu, kita di Bumi masih bisa melihat Bulan di pagi atau siang hari meskipun Matahari bersinar terang.

Permukaan Bulan juga cukup terang untuk dapat dilihat di antara langit biru di siang hari. Kecuali saat Bulan berbentuk sabit tipis, yaitu saat usia Bulan < 3 hari atau > 27 hari. Ketika itu Bulan terlalu tipis, redup, dan terletak dekat dengan Matahari, sehingga cukup sulit diamati di siang hari. Coba deh buktikan, apakah Adik-adik bisa melihat bulan sabit di pagi atau siang hari?

Kalau Adik-adik ingin mengetahui berbagai fase Bulan, lihat video di bawah ini (dari www.eso.org):

Sumber gambar: https://upload.wikimedia.org/

*Hanief Trihantoro meraih gelar Sarjana dalam bidang Astronomi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, pada tahun 2006. Ia mendirikan DuniaAstronomi.com dan saat ini bekerja di Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Tulis komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.