Mengapa Bisa Ada Emas?

Oleh: Andy Yahya Al Hakim* (Mahasiswa Doktoral Bidang Geologi)

Adik-adik, Bumi ini tersusun dari lempeng-lempeng yang saling bergerak satu sama lain. Dalam ilmu geologi, pergerakan lempeng dibagi menjadi tiga: (i) konvergen, yaitu pergerakan lempeng saling mendekati akan menyebabkan tumbukan dimana salah satu dari lempeng akan menunjam ke bawah yang lain), (ii) divergen, yaitu pergerakan lempeng saling menjauh akan menyebabkan penipisan dan peregangan kerak bumi dan akhirnya terjadi pengeluaran material baru dari mantel membentuk jalur magmatik atau gunung api, dan (iii) transform, yaitu pergerakan antar lempeng dimana kedua lempeng saling berpapasan.

gambar 1 - emas

Gambar 1. Pergerakan lempeng: (A) divergen, (B) konvergen, (C) transform

Ketika lempeng bergerak mendekat dan bertabrakan satu sama lain, bagian dari lempeng yang saling bergesekan akan meleleh karena panas, sehingga terbentuk fluida (larutan). Larutan ini kemudian naik ke permukaan, dan bisa bisa membawa ion logam, termasuk salah satunya ion dari emas. Namun, karena emas ini terbawa dalam larutan, larutan ini harus bereaksi dengan batuan di sekitarnya melalui reaksi kimia (oksidasi atau reduksi) sehingga emas bisa mengendap dan membentuk urat pada batuan. Endapan ini yang disebut sebagai endapan primer.

Ketika endapan primer lapuk, misalnya karena panas, hujan, maka emas akan terlepas dari mineral dan batuan, sehingga terbentuk endapan sekunder. Endapan emas primer biasanya ditambang dengan metode tambang terbuka atau tambang bawah tanah, sedangkan endapan emas sekunder ini biasa diambil dengan cara mendulang di sungai.

Untuk mencapai kadar yang ekonomis, emas dan logam lain harus terkonsentrasi secara alamiah pada kerak bumi sampai tingkat minimum tertentu, sehingga ketika menjadi ekonomis dan layak untuk ditambang. Hal ini yang membuat keterdapatan emas di kerak bumi sangat sedikit, sehigga harga emas lebih mahal dibanding bahan tambang lain, misalnya besi, kuarsa.

Sebagai contoh, konsentrasi emas di kerak bumi sebesar 0,004 ppm. Untuk mencapai nilai ekonomis, emas harus mengalami konsentrasi sebesar 1.000 kali lipat atau sebesar 4 ppm sehingga emas bernilai ekonomis. Part-per-million atau ppm adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan kadar dari suatu unsur dalam satu per-sejuta, dalam ilmu kebumian biasanya dinyatakan sebagai gram per ton. Jadi, jika kita mengambil contoh kadar emas 4 ppm, artinya dalam batuan dengan massa 1 ton, terkandung 4 gram emas. Ukuran emas juga sangat kecil, untuk mengamatinya diperlukan lup atau mikroskop. Jadi, adik-adik sudah paham kan mengapa harga emas mahal?

gambar 2 - emas

Gambar 2. (A) Ibu pendulang emas di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Emas terkumpul di bagian tengah dari dulang. (B) Foto perbesaran dari gambar A. (C) Emas diamati menggunakan mikroskop. Sebagai pembanding, ukuran 1 kotak adalah 1 mm. Koleksi foto pribadi

Sumber gambar: http://www.educade.org

*Andy Yahya Al Hakim, biasa dipanggil Andy, saat ini sedang menempuh studi doktoral di Austrria pada bidang mineralogi, khususnya endapan emas. Andy mempunyai hobi bersepeda, mendaki gunung, dan menulis di blog tentang geologi dan eksplorasi di laman andyyahya.com.

One thought on “Mengapa Bisa Ada Emas?

  1. KOMPAS.com – Banyak orang menggemari emas, sebagai perhiasan maupun investasi. Tapi, siapa yang tahu darimana logam mahal ini berasal? Tak banyak yang mengetahui atau bahkan mempertanyakannya.

    Selama bertahun-tahun, ilmuwan bertanya-tanya tentang asal usul emas. Emas adalah logam yang tergolong jarang. Emas di Bumi sama langkanya dengan emas di semesta.

    Asal-usul emas tersebut akhirnya diungkap dalam konferensi pers di Harvard Smithsonian Center for Astrophysics (CfA) yang digelar Rabu (17/7/2013).

    Ilmuwan mengatakan bahwa emas berasal dari peristiwa tumbukan antar dua bintang neutron yang melepaskan beragam unsur berat. Tumbukan bintang neutron bisa dikatakan sebagai salah satu “bencana” terdahsyat di jagat raya dan diduga hanya terjadi setiap 10.000 tahun sekali.

    Emas di Bumi diperkirakan berasal dari peristiwa tumbukan bintang neutron di Bimasakti. Emas mungkin dikirim ke Bumi lewat meteor atau asteroid.

    Kesimpulan tersebut didapatkan berdasarkan hasil pengamatan pada ledakan sinar gamma, disebut GRB 130603B pada jarak 3,9 miliar tahun cahaya dari Bumi, yang terdeteksi pada 3 Juni 2013 lalu dengan wahana SWIFT milik NASA.

    Ledakan sinar gamma tersebut berlangsung sangat cepat, hanya seperlima detik. Meski demikian, ledakan meninggalkan kilauan yang didominmasi oleh cahaya inframerah.

    Astronom mengamati bahwa kilauan dalam peristiwa ini berbeda dengan biasanya. Kilauan kali ini dianggap hanya bisa dihasilkan dari unsur radioaktif.

    Menurut astronom, kilauan seperti dalam kasus ini hanya bisa dihasilkan bila ledakan sinar gamma berasal dari tumbukan bintang neutron. Maka, disimpulkan bahwa ledakan sinar gamma itu bersumber dari tumbukan bintang neutron.

    Astronom lalu mengalkulasi jumlah emas yang dihasilkan oleh sekali ledakan sinar kosmos dari tumbukan bintang netron dan jumlah peristiwa tumbukan sejak Big Bang 13,8 miliar tahun lalu.

    Astronom mendapat kesimpulan bahwa ledakan sinar gamma dari tumbukan bintang neutron adalah sumber utama emas di semesta.

    Edo Berger, penulis utama makalah hasil penelitian ini mengatakan, “Kami memperkirakan jumlah emas yang dilepaskan dalam sekali ledakan sinar gamma mungkin sebesar sepuluh kali massa Bulan.”

    Dengan harga pasar emas saat ini, bisa dibilang bahwa nilai emas dalam sekali ledakan sinar gamma akibat tumbukan bintang neutron adalah satu oktilion dollar AS. satu oktiliun adalah angka 1 dengan 28 nol di belakangnya.

    “Menguraikan seperti apa yang dikatakan Carl Sagan (astronom ternama AS), kita semua berasal dari bintang, perhiasan kita berasal dari tumbukan bintang,” kata Berger dalam keterangan pers di situs web Harvard CfA.

    Hasil penelitian ini telah dimasukkan ke The Astrphysical Journal Letters dan saat ini masih menunggu untuk dipublikasikan.

Tulis komentar