Mengapa Planet-Planet Tidak Bertabrakan?

Oleh: Endang Soegiartini* (Astronom)

Pada awal pembentukan Tata Surya, yaitu sekitar 4.5 milyar tahun lalu, keadaan Tata Surya kita masih sangat kacau-balau, semuanya tidak teratur, bergerak secara acak… Nah, pada saat itu, bisa saja terjadi tabrakan planet, baik planet dengan planet, atau planet dengan benda-benda lain. Tetapi dengan berjalannya waktu yang sangat lama, kondisi Tata Surya semakin hari semakin stabil.

Saat ini, Tata Surya kita sudah stabil, planet-planet tidak saling bertabrakan lagi. Tetapi bukan berarti planet-planet tidak lagi mendapat ancaman ditabrak oleh benda lain, misalnya asteroid, komet, atau benda kecil lainnya… Kemungkinan itu tetap ada. Begitu juga dengan Bumi yang sering mendapat ancaman dari luar, atau kedatangan benda asing. Tetapi kemungkinan Bumi untuk ditabrak benda kecil dari Tata Surya lain sangatlah kecil, hampir nol.

Lalu mengapa planet-planet itu sekarang tidak lagi saling bertabrakan?

Lihat gambar di bawah ini, yaitu sebuah peluru yang ditembakkan oleh meriam dari sebuah ketinggian tertentu, dari sebuah gunung misalnya. Peluru tersebut akan mengalami gaya gravitasi atau gaya tarik dari Bumi.

orbit planet

Jika peluru itu tidak diberi kecepatan awal atau dijatuhkan begitu saja, maka peluru itu akan jatuh bebas dengan lintasan tegak lurus ke permukaan Bumi. Tetapi jika dilempar atau ditembakkan, yakni peluru itu diberi kecepatan awal yang rendah, maka peluru akan jatuh ke Bumi dalam lintasan yang melengkung (titik A). Semakin tinggi kecepatan awal tembakan diberikan, lintasannya semakin besar dan titik jatuhnya pun semakin jauh (titik B). Bila kecepatan awal ditingkatkan hingga kecepatan tertentu, peluru itu tidak jatuh ke permukaan Bumi melainkan mengorbit dalam lintasan lingkaran (jalur C), dan bila kecepatan ditingkatkan lagi, lintasannya akan berbentuk elips atau lingkaran yang lonjong (jalur D). Bila kecepatan awalnya ditingkatkan lagi sehingga melebihi kecepatan lepas, maka peluru itu tidak lagi mengorbit dalam lintasan elips, melainkan lepas dari orbit (jalur E) dan mengembara entah kemana.

Nah, planet-planet itu ibarat peluru tadi dan Bumi pada gambar di atas ibarat Matahari yang diorbiti oleh planet. Tiap planet ditembakkan oleh ‘meriam’ dari ketinggian yang berbeda-beda, dengan kecepatan awal yang berbeda-beda pula, sehingga tiap planet mempunyai jalur lintasan atau jalur orbit yang berbeda-beda. Dengan demikian planet-planet tersebut tidak akan saling bertabrakan karena masing-masing planet mempunyai jalur lintasan sendiri-sendiri.

Andaikan suatu saat ada planet yang mendapat gangguan dari luar sehingga kecepatan orbitnya melebihi kecepatan lepasnya, maka planet tersebut akan lepas meninggalkan orbitnya. Nah…, saat itu bisa saja terjadi tabrakan antar planet atau antara planet dan benda-benda Tata Surya yang lainnya. */AG

Sumber gambar: http://www.thestargarden.co.uk/Images/Newton-cannon.png

*Endang Soegiartini menekuni Astronomi dan tercatat sebagai dosen di FMIPA ITB sejak 1993. Gelar doktor dalam bidang Astronomi diperolehnya dari ITB pada tahun 2012. Sub-bidang Astronomi yang kini digelutinya adalah Tatasurya, terutama dinamika benda-benda kecil di Tatasurya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*
Website