Mengapa Hari Ada 7, Padahal Setelah 7 kan 8?

Oleh: Hendra Gunawan* (Matematikawan)

Hmm.. mengapa ya ada 7 nama hari, bukan 8? Pada awalnya manusia mengamati bahwa hari-hari berlalu tetapi ada sesuatu yang berulang, ditandai dengan munculnya bulan purnama, misalnya. Nah, orang zaman dahulu – persisnya orang Babilonia Kuno, merasa perlu menandai hari, untuk memandu kegiatan mereka hari demi hari. Karena “satu bulan” terlalu panjang, maka mereka membaginya menjadi 4 periode, dan tiap periode itu kemudian disebut sebagai 1 minggu. Karena 1 bulan (dari bulan purnama ke bulan purnama) kira-kira sama dengan 29 hari, maka ¼ bulan kira-kira sama dengan 7 hari. Sejak itulah manusia menetapkan 1 minggu = 7 hari.

Beberapa abad kemudian, persisnya pada zaman Yunani Kuno, manusia telah akrab dengan Matahari, Bulan, serta 5 planet selain Bumi, yaitu Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus. Karena itu mereka menamai hari-hari dengan nama-nama dewa yang terkait dengan ketujuh benda langit tersebut:

Hari pertama untuk Matahari.

Hari kedua untuk Bulan.

Hari ketiga untuk Mars.

Hari keempat untuk Merkurius.

Hari kelima untuk Jupiter.

Hari keenam untuk Venus.

Hari ketujuh untuk Saturnus

Nama-nama hari tersebut kemudian ditiru oleh bangsa Romawi Kuno, dan kemudian oleh bangsa Jerman dan akhirnya oleh bangsa Inggris dan Perancis. Nah, dalam bahasa Inggris, keterkaitan nama-nama hari dengan nama-nama benda langit tersebut masih terbaca: Sunday untuk Matahari, Monday untuk Bulan, dan Saturday untuk Saturnus. Dalam bahasa Perancis: hari Senin disebut Lundi (Luna = Dewi Bulan), hari Selasa disebut Mardi, hari Rabu disebut Mercredi, hari Kamis disebut Jeudi, dan hari Jumat disebut Vendredi.

I-Hate-Mondays-Simpsons-Picture

Lalu bagaimana dengan nama-nama hari dalam bahasa Indonesia? Kecuali hari Minggu, nama-nama hari dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Arab. Nah, bagi Adik-adik yang penasaran, coba cari tahu arti masing-masing nama hari yang kita kenal dalam bahasa Indonesia, dari Senin sampai dengan Minggu.

Sumber gambar: https://www.askideas.com

*Hendra Gunawan adalah dosen matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, sejak 1988. Pada tahun 2013, ia menggagas blog anakbertanya.com dan sejak itu mengelola blog tersebut yang menerbitkan jawaban para pakar atas berbagai pertanyaan anak-anak.

Tulis komentar