Mengapa Indonesia Memiliki Banyak Gunung Berapi?

Oleh: Wahyudi Adhiutomo* (Geolog)

Gunung berapi, atau singkatnya gunung api, terbentuk karena proses tektonik, di mana dua lempeng tektonik saling bertumbukan. Salah satu lempeng tektonik akan menunjam di bawah lempeng tektonik lainnya. Lempeng tektonik yang menunjam terus menunjam ke bawah hingga mencapai titik dengan suhu dan tekanan yang tinggi akan menghasilkan dan menyebabkan magma naik ke permukaan membentuk deretan gunung api.

gunung-api-1

Pergerakan lempeng tektonik seperti apa yang menyebabkan terbentuknya gunung api?  Tumbukan antara lempeng samudera dan lempeng benua. Itulah yang terjadi di Indonesia.

gunung-api-2

Tumbukan antara lempeng samudera dan lempeng benua terjadi pada zona subduksi. Di Indonesia, zona subduksi memanjang dari Barat pulau Sumatera, Selatan pulau Jawa, hingga Selatan pulau Timor. Sepanjang zona subduksi itulah gunung api akan tersebar.

gunung-api-3

Di Nusa Tenggara Timur saja setidaknya ada 17 gunung api; Gunung Sirung di Alor; Lewotobi Lakilaki dan Perempuan di Flores Timur; Ile Ape, Lewotolok, dan Hobalt (Lembata); Ranaka dan anak Ranaka (Manggarai); Ine Rie dan Ebulobo (Ngada), serta Rokatenda dan Egon (Sikka). Itu baru Nusa Tenggara Timur, belum di pulau-pulau lain di Indonesia.

Banyaknya gunung api menyebabkan Indonesia mempunyai potensi bencana yang tinggi karena kapan pun gunung api bisa saja meletus. Namun, gunung api juga berpotensi sebagai sumber energi, panas yang dimilikinya bisa dimanfaatkan sebagai pusat listrik tenaga panas bumi.

Sumber gambar:

1 & 3. Situs USGS [https://www.usgs.gov]

2. Warren B. Hamilton, Tectonics of the Indonesian Region, U.S. Govt. Print. Off., 1979

*Wahyudi Adhiutomo adalah seorang geolog yang suka menulis. Saat ini ia bekerja sebagai estimator sumber daya batubara di sebuah konsultan pertambangan.

One thought on “Mengapa Indonesia Memiliki Banyak Gunung Berapi?

Tulis komentar