Mengapa Bumi Tidak Memiliki Cincin Seperti Saturnus?

Oleh: Aprilia* (Astronom)

Seandainya saja Bumi mempunyai cincin seperti Saturnus, pasti cantik sekali, ya! Sayangnya, berdasarkan salah satu alasan yang diterima hingga saat ini, proses pembentukan cincin seperti pada Saturnus tidak terjadi pada Bumi karena kondisi Bumi dan Saturnus yang berbeda saat pembentukannya.

earthwithring

Ada beberapa pendapat mengenai terbentuknya cincin di suatu planet, antara lain terlalu dekatnya satelit alami planet tersebut sehingga hancur oleh gaya gravitasi planet. Diperkirakan cincin Saturnus terbentuk jutaan tahun lalu, ketika satelit-satelit alami Saturnus bergerak mendekati Saturnus. Pada saat itu Saturnus memiliki banyak satelit besar seukuran Titan, satelit alami terbesar Saturnus yang ada sekarang. Ketika satelit tersebut bergerak mendekati Saturnus, gravitasi Saturnus menarik dan mengoyaknya. Lapisan es dari satelit tersebut kemudian menjadi cincin, sementara bagian yang berbatu akan menumbuk Saturnus. Peristiwa ini terjadi beberapa kali dengan satelit-satelit alami lainnya dan menghasilkan cincin seperti yang ada sekarang.

Nah, berbeda dengan Saturnus, satelit Bumi tidak tercabik! Hal ini disebabkan adanya suatu jarak tertentu yang akan membuat satelit terobek-robek ketika berada pada jarak tersebut dari planetnya. Jarak ini bergantung pada diameter planet dan perbandingan kepadatan planet dan satelitnya. Ketika Bulan, satelit alami Bumi, pertama kali terbentuk, jarak Bulan ke Bumi lebih besar daripada jarak kritisnya. Diperkirakan juga, saat Bumi baru “lahir”, diameter Bumi lebih kecil karena Bumi belum terbentuk sempurna seperti saat ini. Itulah sebabnya Bulan pada saat itu tidak terkoyak seperti yang dialami oleh satelit alami planet besar sebesar Saturnus.

Meski tidak memiliki cincin, Bumi yang kita cintai ini tak kalah cantik loh! Bila kalian melihatnya dari luar angkasa, Bumi akan terlihat biru pada sebagian besar permukaannya, dan akan membuat kalian berseru: wow! (/JoL)

Sumber gambar: http://petapixel.com

*Aprilia adalah dosen Atronomi di FMIPA ITB sejak tahun 1999. Ia mendapatkan gelar doktor dalam bidang Astrofisika dari Universitas Tohoku, Jepang, pada tahun 2010. Bidang yang ditekuninya adalah Fisika Bintang. Selain mengajar, ia juga memberikan pelatihan mengenai astronomi kepada siswa sekolah menengah dan guru.

6 thoughts on “Mengapa Bumi Tidak Memiliki Cincin Seperti Saturnus?

  1. seandainya bumi memiliki cincin terus gi mana dengan keadaan bulan kak??? apakah akan terus terang jika tertutup cincin bumi????

  2. Numpang komentar juga,

    Sebenarnya ada sekelompok ahli Astrophysics yang justru lebih percaya bahwa Bumi dan Bulan dulunya pernah bersatu, dibuktikan oleh Oxygen Isotop Ratio yang identik antara Bumi dan Bulan.

    Kemudian Planet Theia menabrak Bumi, saat itu Bumi justru “memiliki cincin” dari sampah/debu akibat tabrakan tsb, tetapi kemudian gravitasi antar sampah itu saling tarik menarik dan terbentuklah Bulan.

    Bila hipotesis Giant Impact ini benar, maka pernyataan Neil de Grasse Tyson menjadi benar, bahwa kehidupan di Bumi sudah beberapa kali mengalami “penciptaan” dan “kiamat”.

    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Origin_of_the_Moon

  3. Yang sangat menarik dari keberadaan bulan dan matahari adalah bahwa ukuran penampakan keduanya dari bumi nyaris sama, walaupun kita tahu ukuran mereka sebenarnya sangat-sangat berbeda. Pada gerhana matahari total, misalnya bulan nampak dengan sempurna menutup matahari dimana ukurannya hampr sama. Gerhana bulan-pun barangkali menunjukkan bahwa penampakan bumi dari bulan (mungkin) sama besarnya jika dilihat dari matahari. Jangan-jangan penampakan matahari dengan bumi sama besarnya jika dilihat dari bulan (sayangnya kita tidak mendapat konfirmasi ini dari astronot yang ke bulan).

    Bagaimana menerangkan besarnya benda langit ini (bumi, bulan dan matahar)i yang terlihat memiliki ukuran yang hampir sama, jika dilihat dari salah satu benda langit tsb?

  4. apa fungsi dari cincin yang terdapat di planet saturnus?

Tulis komentar