Mengapa Bisa Terjadi Korsleting Listrik?

Oleh: Pekik A. Dahono* (Pakar Teknik Elektro)

Korsleting atau hubung-singkat listrik adalah aliran arus listrik yang besar melalui sambungan atau jalur bebas hambatan yang tidak semestinya.

Arus listrik ibarat aliran air melalui selang atau pipa air dari tangki bertekanan tinggi. Besarnya aliran air diatur dengan mengatur pembukaan keran air. Supaya arus listrik hanya mengalir melalui penghantar, maka penghantar harus dibungkus dengan isolator. Isolatornya harus cukup kuat menahan tegangan atau tekanan listrik.

Untuk mengatur besarnya aliran arus listrik, maka dipasang hambatan. Hambatan ini bisa berupa lampu atau peralatan listrik lainnya. Jika isolatornya bocor, arus listrik bisa bocor mengalir keluar tanpa ada hambatan. Tidak adanya hambatan menyebabkan arus yang mengalir sangat besar sehingga menimbulkan panas dan memicu kebakaran. Arus listrik yang besar juga bisa terjadi jika hambatannya rusak sehingga tidak ada lagi yang membatasi besarnya arus.

korsleting

 

Peran isolator mirip dengan selang air, ukuran penghantar mirip dengan ukuran selang, dan peran hambatan mirip dengan peran keran air.

Penyebab utama korsleting adalah bocornya isolator, karena penuaan, panas, atau sobek. Yang paling sering ditemui adalah akibat panas. Panas bisa terjadi bila ukuran penghantarnya terlalu kecil, sambungan tidak baik atau kotor, dan basah. Agar tidak terjadi korsleting, usahakan peralatan listrik selalu bersih, kering, dan tidak panas.

Sumber gambar: http://www.memperbaiki.com

*Pekik Argo Dahono adalah dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, sejak tahun 1986. Ia meraih gelar Insinyur dalam bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1985, serta gelar M.Eng. dan D.Eng. dari Tokyo Institute of Technology, Tokyo, Jepang, pada tahun 1992 dan 1995.

Tulis komentar