Mengapa Besi Bisa Karatan Kalau Masuk Air?

Oleh: Riska Rachmantyo* (Sarjana Teknik Material)

Karat adalah produk dari korosi. Korosi sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari, terutama pada material logam berbasis besi (Fe), seperti pagar besi, tiang rambu lalu lintas, kawat jemuran, pipa air pam, dan masih banyak lagi. Tandanya adalah logam yang mengandung besi berubah warna menjadi kuning kecoklatan.

karatankaratan 2

Mengapa bisa terjadi korosi? Korosi disebabkan oleh reaksi antara logam dengan lingkungannya, seperti air, udara, dan tanah. Peristiwa korosi termasuk proses elektrokimia. Dalam proses tersebut, bagian besi tertentu berperan sebagai anoda (elektroda negatif) dan bagian lainnya sebagai katoda (elektroda positif). Elektron yang mengalir dari anoda ke katoda itulah proses korosi.

Bagi Adik-Adik yang sudah belajar Kimia, proses korosi bisa dijelaskan lebih rinci sebagai berikut. Permukaan besi yang mengalami kontak dengan air (H2O) merupakan bagian besi yang berperan sebagai anoda. Oksigen dalam air melakukan oksidasi pada logam besi sehingga membentuk ion Fe2+. Kemudian elektron bergerak ke permukaan logam besi lainnya yang bertindak sebagai katoda. Elektron pada katoda tersebut mereduksi oksigen pada besi. Hasil oksidasi tersebut akan membentuk lapisan oksida besi (Fe2O3.H2O) yang bersifat merusak, berpori, dan rapuh, yang kita kenal sebagai karat besi.

Adik-Adik mungkin ngga suka melihat benda berkarat ya.. Nah, ada upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya korosi pada logam besi, yaitu dengan cara mengecat logam tersebut atau melapisinya dengan plastik. Ada juga cara lain, yaitu proteksi katodik, tapi nanti saja kalau Adik-Adik sudah besar cari tahu apa itu proteksi katodik ya..

Sumber gambar: https://www.thebalance.com/ dan http://i0.wp.com/

*Riska Rachmantyo meraih gelar Sarjana Teknik Material dari Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD), Institut Teknologi Bandung. Saat ini ia tercatat sebagai mahasiswa Program Magister Ilmu & Teknik Material ITB dan peneliti di Laboratorium Metalurgi dan Teknik Material ITB.

Tulis komentar