Mengapa Bayangan Berwarna Hitam? -II [G]

Oleh: Zulfikar Fahmi* (Guru/Tentor)

Sebelum adik-adik memahami kenapa bayang-bayang berwarna hitam, saya jelaskan dahulu proses kita melihat, atau adik-adik bisa membaca kembali jawaban Bapak Alexander A. Iskandar “Mengapa Cahaya Tidak Terlihat di Udara?

Proses kita melihat memanfaatkan cahaya yang mengenai sebuah benda yang kemudian dipantulkan menuju mata kita. Mata sebagai indera penglihat menangkap sinar tersebut dan memprosesnya di dalam otak sebagai bayangan.

Cahaya adalah gelombang elektromagnet yang rentang panjang gelombangnya dapat dilihat oleh mata. Cahaya dalam rentang panjang gelombang tersebut memiliki warna tergantung dari panjang gelombang yang dimiliki oleh partikel cahaya. Misalnya warna biru memiliki panjang gelombang 440 – 495 nm, warna merah memiliki panjang gelombang 640 – 750 nm, dan seterusnya.

Warna dari sebuah benda adalah karakter dari benda tersebut saat menyerap warna. Misalkan ketika warna biru yang diterima mata kita sebenarnya benda tersebut menyerap warna lainnya dan hanya warna biru yang dipantulkan. Lalu bagaimana dengan warna hitam? Warna hitam akan terlihat bila semua cahaya diserap atau bila tidak ada cahaya yang mengenai benda tersebut.

bayang-bayang

Bayangan dan bayang–bayang adalah dua hal yang berbeda. Bayangan adalah gambar yang kita lihat saat kita bercermin, sedangkan bayang–bayang adalah warna hitam pada suatu permukaan karena cahaya yang terhalang oleh sebuah benda. Sebagai contoh, pada gambar di atas, kelinci menutupi jalannya sinar menuju dinding sehingga menghasilkan warna hitam pada dinding.

Bayang-bayang berwarna hitam terjadi ketika cahaya yang menuju suatu area tertutupi oleh benda sehingga intensitas cahaya yang diterima area tersebut lebih rendah dibandingkan area sekitarnya, atau karena tidak ada cahaya yang mengenainya. Akibatnya intensitas cahaya yang dipantulkan oleh area tersebut dan diterima oleh mata kita pun rendah atau tidak ada, sehingga warnanya menjadi hitam/gelap.

Sumber gambar: http://bunyaboy.blogspot.com

*Zulfikar Fahmi adalah Sarjana Pendidikan Fisika dan Universitas Negeri Malang, yang saat ini sedang menempuh Program Magister Pengajaran Fisika di Institut Teknologi Bandung. Ia pernah mengajar di SMA Advent Dwi Abdi Malang dan menjadi tentor di sebuah lembaga bimbingan belajar di Malang.

Tulis komentar