Mengapa Air Laut Rasanya Asin? -I

Oleh: Farica Edgina Yosafat* (Fisikawan)

Pernahkan adik-adik pergi ke laut? Tentunya adik-adik yang pernah bermain ke laut tahu bahwa air laut itu rasanya asin. Tapi, seasin apakah air laut itu?

Kadar keasinan air, yang oleh para pakar disebut sebagai salinitas, sebenarnya berbeda-beda untuk setiap laut. Secara umum salinitas air laut adalah 35 gram/kilogram. Artinya, terdapat 35 gram garam yang terlarut dalam setiap 1 kilogram air laut.

Samudra yang paling asin di dunia adalah Samudra Atlantik, yang memiliki salinitas sekitar 37 gram/kilogram. Beberapa danau di dunia seperti Laut Mati (yang sebenarnya adalah sebuah danau) memiliki salinitas yang lebih besar dari lautan. Diperkirakan lebih dari 200 gram garam terlarut dalam setiap 1 kilogram air Laut Mati.

Tahukah adik-adik, seberapa banyak garam yang ada di laut? Para ahli mengatakan bahwa apabila kita bisa mengambil semua garam yang ada di laut dan menaruhnya di daratan Bumi, kita bisa mendapatkan tumpukan garam setinggi 150 meter atau sekitar tinggi gedung berlantai 40!

Lalu, dari manakah asalnya garam-garam itu?

Udara di atmosfir kita mengandung banyak sekali zat karbon dioksida (CO2) yang menyebabkan hujan menjadi sedikit bersifat asam. Batuan di daratan yang terkena hujan asam ini bisa tererosi dan terurai menjadi ion-ion seperti Natrium dan Klor yang bersifat ‘asin’. Ion-ion ini terbawa oleh sungai sampai ke laut dan membuat air laut berasa asin.

Bukan hanya itu saja, adanya sumber gas di dalam laut dan letusan gunung berapi di laut juga dapat membuat laut semakin asin.

Sumber gambar:

  1. http://boardgaming.com/games/board-games/upon-a-salty-ocean
  2. http://www.erfolgkimia.com/2014/03/mengapa-air-laut-asin.html
  3. https://www.flickr.com/photos/sewaktu/7865588252
  4. http://water.usgs.gov/edu/whyoceansalty

*Farica E. Yosafat meraih gelar Sarjana Fisika pada tahun 2008 dan kemudian menjadi dosen di Universitas Katolik Parahyangan. Ia melanjutkan studi dan meraih gelar Magister Sains Kebumian dari Institut Teknologi Bandung. Saat ini ia aktif di Bengkel Sains yang “mengajarkan” sains melalui eksperimen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*
Website