Mengapa Ada Cinta?

Oleh: R. Valentina Sagala* (Penulis & Aktivis Hak Asasi Manusia)

Juga Untuk Malaikat Kecilku, J.D.

Pernah di suatu pagi
Tuhan mempertemukanku
dengan seorang anak lelaki
enam tahun usianya
tak seperti anak lain, bibirnya gelap
kurus, tak kuat ia berjalan terlalu jauh

Di suatu pagi
anak itu menunjukkan dadanya yang menonjol
ada tanda jahitan bekas operasi
tepat di jantungnya
yang ia katakan berisi jantung dinosaurus

Pada pagi-pagi cinta
sang anak lelaki memelukku
bergelayut manja di tubuhku
sesekali ia minta digendong
sering tanpa mohon, kubelai-belai dia
berangkat dari kebaikan
bergerak semata untuk kebaikan

Di pagi-pagi
kami mengikat janji bernama cinta
jujur, jujur, dan jujur
tulus satu sama lain
memberi dan menerima
bicara dan mendengar apa adanya
kadang menangis, kadang tertawa
semua sederhana, semua luar biasa

Pernah ada pagi
sang anak lelaki bertanya, mencari jawab
cerita ayah dan ibu yang bercerai
hari-hari suram ditinggalkan
tak ada yang tahu ia dimarahi atau dicubit
tak punya obat, tak tahu cara membela diri
berulang kali ia sedih disuruh berbohong
berbohong, hal yang paling ia benci

Ada pagi sang anak lelaki sakit
aku merawatnya, menjaganya
memastikan tidurnya lelap dalam hangatku
meski dikata-katai cacat, bagiku ia sempurna
ia selalu mendoakanku,
aku selalu mendoakannya
terpanggil, terharu bersama

Seperti waktu-waktu indah,
juga ada waktu-waktu sulit,
cinta dibuktikan lewat tindakan tulus
wujud sepanjang waktu yang bergulir bersama

Seperti suatu pagi
Tuhan memanggil sang anak kecil pulang
karena Tuhan mencintainya
damai

Juga karena Tuhan mencintaiku
pernah suatu pagi, aku dipertemukan dengan
sang anak lelaki
bersamanya aku belajar wujud cinta
hingga kini aku merasakan cinta
selamanya, aku memelihara cinta
mewujudkan cinta
tanpa mengharap penghargaan dan imbalan
hanya cinta
damai.

Jakarta, 31 Januari 2014

*R. Valentina Sagala adalah seorang feminis, aktivis hukum dan hak asasi manusia (HAM), penulis, editor, dan pencinta puisi, yang mendedikasikan hidupnya dalam dunia kemanusiaan. Selain menjadi kolumnis, berbagai artikel, puisi, dan cerita pendeknya telah dimuat di berbagai media massa dan jurnal. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua Dewan Pendiri Institut Perempuan dan Seperti Pagi Foundation, dan juga anggota Dewan Redaksi Sinar Harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*
Website