Mengapa Ada Cinta? -IV

Oleh: Maitra Faiszal* (Aktivis Sosial)

Kamu pasti pernah merasakan cinta. Cinta untuk Ayah dan Ibu. Cinta untuk saudara. Cinta untuk teman. Bahkan cinta untuk lingkungan di sekitar kita. Tapi kenapa sih ada cinta? Atau mungkin lebih tepatnya, mengapa ada perasaan cinta?

Saya pikir ada banyak sekali alasan mengapa ada cinta, dan ini adalah salah satunya.

Dahulu sekali, waktu kamu, saya dan seluruh umat manusia masih belum ada, Bumi dan planet lainnya belum terbentuk, dan dinosaurus belum berkeliaran…, tiba-tiba… DHUUARR!!! Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya. Oleh Tuhan, alam semesta ini dibuat sebagus-bagusnya, sangat indah dan istimewa dengan segala keteraturannya, karena Ia sangat mencintai ciptaan-Nya. Saat itu Tuhan tahu, bahwa untuk menjaga agar semua agar tetap indah dan istimewa diperlukan satu rasa yang istimewa pula. Maka kemudian Tuhan meniupkan rasa yang sama di hati manusia, yaitu rasa cinta.

love

Ada cinta yang sudah ada tanpa diusahakan lagi, misalnya cinta orang tua kepada anaknya. Tapi ada juga cinta yang perlu diusahakan dahulu kehadirannya. Cinta yang baru timbul saat ada dua (atau banyak) manusia ingin bersatu dan ingin melakukan hal yang baik bersama-sama. Cinta yang hadir saat ada yang membenci lalu ingin mengasihi, saat ada yang merusak lalu berusaha untuk memperbaiki, saat ada yang belum mengenal lalu berusaha untuk membuat senang.

Apapun bentuknya, cinta selalu hadir untuk menjaga alam semesta yang indah dan istimewa tadi. Cinta ada untuk menjaga kamu, saya, ayah, ibu, saudara, teman, bahkan lingkungan kita agar baik-baik saja.

Ayo kita peluk orang-orang yang kita cintai!

Sumber gambar: http://www.webneel.com

*Maitra Faiszal meraih gelar magister dalam bidang Bisnis Internasional dari University of Stirling, Skotlandia, pada tahun 2002. Ia aktif dalam penggalangan dana untuk lembaga nirlaba WWF dan SOS, dan sebagai konsultan untuk PMI dan Dompet Dhuafa. Saat ini ia menjabat Deputy Director Fundraising & Communications – Asia di SOS Children’s Villages International.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*
*
Website