Mengapa Ada Cinta? -II

Oleh: Toge Aprilianto* (Psikolog)

Mengapa ada cinta? Hmm, sebelumnya menjawabnya, kita harus tahu dulu apa arti cinta. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cinta berarti rasa kasih sekali, suka sekali, atau sayang sekali.

Sementara menurut seorang psikolog bernama Robert Stenberg, cinta itu paduan dari hasrat, kelekatan, dan kesepakatan. Apa artinya? Artinya, cinta itu akan menimbulkan hasrat atau dorongan romantisme yang membuat manusia ingin dekat dengan orang yang dicintainya.

Perasaan cinta itu juga menimbulkan rasa nyaman. Cinta juga membuat orang membuat kesepakatan untuk menjalani kehidupan bersama, seperti ayah ibu kalian yang menikah dan hidup bersama.

Chocolate love.

Namun, cinta tidak terbatas hanya hubungan perasaan antara laki-laki dan perempuan. Cinta bisa juga muncul antara ibu dan anak, cinta guru kepada muridnya, atau cinta antara sesama manusia. Yang pasti, cinta itu bisa memberi manfaat karena ketika orang jatuh cinta perasaannya akan senang.

Jadi, bila ditanya “mengapa ada cinta”, jawabannya “karena ada keinginan untuk membahagiakan orang yang dicinta”.

Lalu, mengapa ada keinginan untuk membahagiakan orang lain? Ya, karena manusia adalah makhluk sosial, yang tidak mungkin hidup sendirian, sehingga manusia butuh saling bermanfaat. Untuk itulah manusia perlu saling mencintai.

Sumber gambar: http://www.colourbox.com

*Toge Aprilianto adalah seorang psikolog yang tertarik pada isu pendidikan dan pemberdayaan diri. Selain menjadi penyuluh (konselor), ia juga menulis sejumlah buku, serta sering memberikan konsultasi dan ceramah berkenaan dengan isu tentang diri sendiri (self) dan relasi antarorang.

Tulis komentar