Bagaimana Awan Bisa Terbentuk?

Oleh: Erma Yulihastin* (Peneliti Sains Atmosfer)

Adik-adik, untuk memahami bagaimana awan terbentuk, coba perhatikan apa yang terjadi ketika air dalam panci yang tertutup, dipanaskan di atas kompor. Betul sekali, air itu akan mendidih. Selanjutnya bukalah tutup panci, dan amati apa yang terjadi di sana. Yup, ada titik-titik air yang terbentuk di tutup panci itu. Menurutmu, mengapa dapat terbentuk titik-titik air di sana? Ya, karena saat air dipanaskan, air ini akan berubah fase menjadi uap (gas) melalui proses yang kita kenal dengan penguapan. Proses menguapnya air ini telah memindahkan uap ke atas, menuju tutup panci. Ketika uap telah mencapai jenuh, ia pun berubah sebagai titik-titik air melalui proses yang kita kenal dengan pengembunan.

Nah, adik-adik, titik-titik air yang menempel pada tutup panci ketika air mendidih ini mirip dengan awan. Ya, awan adalah kumpulan titik-titik air yang melayang-layang di atmosfer dalam jumlah yang sangat banyak. Sama seperti api yang memanaskan air, matahari juga dapat memanaskan permukaan bumi kita yang sebagian besar terdiri atas lautan (air).

Bayangkan oleh adik-adik bahwa lautan adalah air dalam panci raksasa. Ketika panci raksasa ini dipanaskan, apa yang akan terjadi? Persis sekali seperti air dalam panci yang sudah dicontohkan sebelumnya. Pemanasan matahari pun akan menimbulkan penguapan yang dapat mengubah air menjadi gas. Kemudian, gas dari permukaan ini akan terdorong ke atas melalui udara (atmosfer) dengan proses perpindahan yang disebut dengan konveksi. Ya, partikel-partikel gas tersebut akan terus menuju ke atas dan pada akhirnya akan berkumpul dalam jumlah yang sangat banyak dalam kelompok-kelompok, mirip seperti gerombolan kapas-kapas raksasa.

awan

Di dalam awan itu tidak hanya terdiri dari gas (uap), tapi bercampur-baur dengan cair (air), es (batu), dan kristal (salju). Antara partikel-partikel (uap, air, es) itu saling bertumbukan satu sama lain, ada kalanya saling memisahkan diri, atau pecah berkeping-keping. Karena begitu banyak proses yang terjadi di dalam awan, dan jika energi (panas) dari bawah masih terus-menerus ada, maka awan ini dapat terus tumbuh secara vertikal seperti tumbuhnya pohon yang menjulang tinggi ke atas.

Selain bisa tumbuh terus ke atas, awan juga bisa bergerak-gerak bebas ke sana ke mari oleh angin. Oh iya, jika di dalam awan itu sudah banyak partikel airnya, dan butirannya sudah besar-besar, maka mereka akan jatuh ke bawah sebagai hujan.

Tahukah adik-adik, bahwa awan ibarat mesin hidrologi yang berguna menyebarkan energi panas di atmosfer secara merata. Melalui awan, wilayah-wilayah di bumi yang mengalami kelebihan energi panas disebarkan ke wilayah yang kekurangan energi panas. Nah, Indonesia adalah salah satu wilayah yang memiliki kelebihan energi panas itu. Sehingga Indonesia menjadi wilayah di Bumi yang paling aktif menyebarkan panas karena kita juga sangat aktif menghasilkan awan. Selain berguna menyebarkan energi panas, awan juga sangat berguna menjaga agar suhu di atmosfer tetap hangat dan nyaman.

Sumber gambar: http://www.etsy.com

*Erma Yulihastin lahir pada tahun 1979 di Lamongan, Jawa Timur. Ia menamatkan sekolah hingga SMU di Lamongan. Pada tahun 1997-2002 ia menempuh studi di Institut Teknologi Bandung, Jurusan Geofisika dan Meteorologi, dan semasa kuliah ia aktif menulis di Pikiran Rakyat. Sejak 2008 ia bekerja di LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) sebagai Peneliti Sains Atmosfer pada Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer, Bandung.

2 thoughts on “Bagaimana Awan Bisa Terbentuk?

  1. Lalu, mengapa ada awan pada malam hari sedangkan pada malam hari tidak ada matahari yang memanaskan laut yang dapat menyababkan uap air yang dapat membentuk awan?

Tulis komentar