Apakah Minyak Goreng Dapat Menguap? – Bagian I

Oleh: Dennis Kwaria* (Kimiawan Organik)

Minyak itu banyak jenisnya, dengan sifat yang bermacam-macam juga. Tapi semua minyak memiliki sifat yang sama, yaitu: cair pada suhu ruang, merupakan rantai karbon, tidak larut dalam air, tidak dapat melarutkan senyawa ionik (garam), serta seringkali mudah terbakar.

Atom karbon adalah atom yang spesial, karena atom karbon dapat membentuk senyawa berupa rantai yang panjang namun stabil. Kita dapat membayangkan atom karbon seperti bola dengan empat tangan. Dua tangan memegang atom karbon di kiri dan kanan, sedangkan dua tangan lain memegang atom lain seperti hidrogen (1 tangan) dan oksigen (2 tangan).

Karena sifat karbon ini, rantai karbon yang membentuk minyak dapat merupakan rantai yang panjang sekali. Misalnya minyak kelapa mengandung asam laurat yang terdiri atas 12 karbon.

Salah satu hal yang menarik dari rantai karbon ini adalah adanya pengaruh panjang rantai terhadap temperatur titik didihnya. Sebagaimana dipelajari di sekolah, semakin tinggi titik didih (dan semakin rendah tekanan uap), maka semakin sulit zat tersebut untuk menguap. Kalau kita pelajari tabel di bawah ini, akan terlihat bahwa semakin panjang rantai karbon pada minyak, semakin sulit minyak tersebut untuk menguap:

“Tangan” pada rantai karbon yang membentuk minyak adalah elektron. Elektron yang bermuatan negatif itu dapat bergerak bebas di sekitar atom karbon yang memilikinya. Bila satu rantai karbon berdekatan dengan rantai karbon lainnya, maka elektron yang ada pada rantai di atas terdorong ke atas, sehingga bagian atas rantai menjadi bermuatan negatif, sedangkan bagian bawahnya positif. Kemudian elektron pada rantai karbon yang di bawah tertarik oleh muatan positif pada rantai karbon di atasnya, sehingga membuat bagian atas bermuatan positif dan bawahnya negatif, persis seperti rantai yang pertama tadi.

Karena sekarang ada dua bagian positif dan negatif yang berdekatan, maka kedua rantai tadi saling menempel karena gaya elektrostatik. Hal ini disebut sebagai “Gaya dispersi London”. Kalau rantai karbon semakin panjang, maka bagian yang bisa saling menempelnya juga semakin banyak, sehingga rantai karbon yang satu dan lainnya semakin kuat menempel. Kita bisa membayangkan hal ini seperti kancing Velcro atau kancing prepet. Semakin panjang kancingnya, semakin bagus menempelnya, bukan? Dan kalau rantai karbon yang satu dan yang lainnya saling menempel kuat, maka semakin sulit untuk menguap, karena dibutuhkan temperatur yang tinggi untuk memisahkan kedua rantai ynag menempel kuat tadi.

[Bersambung]

Sumber gambar: Internet

*Dennis Kwaria adalah seorang kimiawan organik. Ia meraih gelar sarjana dan magister dalam bidang Kimia dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Institut Teknologi Bandung.

Tulis komentar