Apakah Benda Langit Akan Berwarna-warni Bila Dilihat Melalui Teleskop atau oleh Astronot?

Oleh: Budi Dermawan* (Astronom)

Dari pekarangan rumah, kita dapat melihat langit, bukan? Bila sedang berawan atau mendung dan gelap, langit yang kita lihat terbatas hanya sampai atmosfer (angkasa) Bumi. Kalau sedang cerah, langit yang lebih jauh dapat kita saksikan, misalnya melalui kehadiran kelap-kelip bintang di malam hari. Kondisi atmosfer Bumi dapat mengakibatkan benda langit (benda luar-angkasa) terhalang untuk dilihat. Apabila kita keluar atmosfer, yaitu di luar angkasa, langit yang lebih jauh dan luas dapat dilihat tanpa terhalangi. Tentu kita harus menggunakan wahana khusus untuk sampai ke luar angkasa, ya.

Benda langit menghiasi langit yang kita lihat, misalnya Bulan. Kebetulan Bulan tidak berwarna mencolok. Yang membuatnya kadang berwarna kekuningan atau kemerahan (ketika gerhana Bulan) adalah kondisi atmosfer kita. Di antara planet-planet, ada yang berwarna agak kemerahan, misalnya planet Mars. Bintang-bintang juga ada yang memiliki warna agak biru atau merah. Warna ini bisa diketahui oleh mata yang terlatih, loh. Astronot dapat saja melihat benda langit yang agak kemerahan atau kebiruan. Apalagi kalau benda langit itu dekat seperti planet Mars. Tapi, jangan salah, astronot akan melihat Bulan sangat cemerlang karena ia melihatnya dari luar angkasa.

planets

Kalau benda langit itu dilihat melalui teleskop, tidak berbeda warnanya dibandingkan kalau melihatnya secara langsung; hanya sedikit lebih besar untuk benda langit yang dekat seperti planet. Apabila teleskop itu dipasangi alat penerima tertentu, benda langit itu dapat semakin jelas warnanya. Mengapa? Karena kemampuan alat penerima tersebut dapat jauh lebih baik membedakan warna daripada mata kita.

Sumber gambar: http://osse.ssec.wisc.edu

*Budi Dermawan adalah seorang astronom yang menekuni sistem keplanetan, asteroid, dan komet, khususnya dalam gerak orbitnya. Ia mengajar di FMIPA ITB sejak tahun 1993 dan meraih gelar doktor dari University of Tokyo Jepang pada tahun 2004.

One thought on “Apakah Benda Langit Akan Berwarna-warni Bila Dilihat Melalui Teleskop atau oleh Astronot?

  1. Saya ingin meluruskan sedikit penjelasan di artikel ini

    Pada intinya teleskop itu ada dua jenis, bila planet dilihat melalui teleskop reflektor warnanya cenderung lebih jelas dan teksturnya lebih detil, sedangkan pada teleskop refraktor warnanya cenderung lebih pucat meskipun masih sedikit lebih berwarna dibandingkan dengan apa yang dilihat mata secara langsung. Dengan sebuah teleskop reflektor sepanjang 1 meter, kita sudah bisa menikmati warna-warni pada garis-garis di planet Jupiter bila cuaca sedang cerah, meskipun teleskop refraktor tsb masih dipasangi lensa tambahan seperti Plossl atau Huygens, yang penting adalah lensanya harus berjarak sedekat mungkin dengan mata kita.

    Kenapa teleskop reflektor (cermin) bisa melihat lebih kontras dibandingkan teleskop refraktor (lensa)? Jawabannya, karena pemantulan cahaya melalui cermin akan konsisten untuk seluruh warna cahaya (ingat hukum Snellius tidak terpengaruh panjang gelombang), sehingga fokus pada 1 titik. Sedangkan pada lensa, sudut pembiasan cahaya sangat dipengaruhi oleh panjang gelombang dari tiap warna (ingat pelangi pada prisma Newton), sehingga fokusnya tidak terpusat pada 1 titik, gangguan ini disebut sebagai Aberasi Kromatik. Semakin jauh jarak lensa dari mata, maka semakin besar gangguan Aberasi Kromatiknya.

    Pertanyaan berikutnya, apakah warna planet di teleskop refraktor itu sama kontrasnya dengan warna planet yang ada di majalah? Tentu saja tidak, karena ada 2 hal utama:
    1. Planet di majalah itu biasanya dipotret melalui teleskop Hubble yang berada di luar angkasa, sehingga bebas gangguan atmosfer bumi. Ingat atmosfer bumi itu berbentuk seperti lensa dan memiliki indeks bias, sehingga berpengaruh terhadap Aberasi Kromatik juga meskipun tidak signifikan untuk planet, tapi sangat signifikan untuk objek yang jauh seperti nebula dan galaksi.
    2. Planet di majalah biasanya dipotret menggunakan kamera profesional. Kamera profesional dapat disetel agar menggunakan slow shutter speed sehingga bisa menangkap cahaya lebih banyak, inilah yang membuat warnanya menjadi teramat cemerlang dibandingkan dengan apa yang dilihat mata manusia secara langsung, meskipun gambarnya belum diedit sama sekali. Silakan lihat hasil jepretan kamera profesional dalam format RAW (tanpa enhancement), ketika memotret pemandangan di siang hari yang sangat terik hasilnya cenderung mirip dengan mata manusia, karena jumlah cahaya yang diterima mata akan mirip dengan kamera. Sedangkan ketika memotret low-light di malam hari hasil kamera akan berwarna cemerlang melebihi apa yang dilihat mata secara langsung karena mata manusia hanya menerima sedikit cahaya ketika gelap. Sedangkan kamera profesional, ketika gelap bisa disetel untuk slow shutter speed, sebuah gambar bisa saja dipotret dengan pembukaan selama 60 detik, sehingga total cahaya yang diterima oleh kamera tersebut menjadi sekitar 1800 kali lebih terang dibandingkan dengan cahaya yang diterima oleh mata secara langsung.

    Nah, pertanyaan terakhir, apakah Astronot melihat lebih banyak warna dibanding kita di Bumi? Tentu saja, karena cahaya yang diterima oleh mata Astronot tidak dihukum oleh Aberasi Kromatik atmosfer bumi. Tapi apakah mata astronot bisa melihat warna planet seindah jepretan kamera? Tentu tidak, kecuali kalau Astronot tsb berada dekat dengan planet yang dilihatnya sehingga jumlah exposure cahaya yang masuk ke matanya cukup terang.

    Penjelasan lengkapnya akan terlalu panjang, sehingga kita tidak akan membahas warna-warni alam semesta yang ditangkap oleh teleskop Spitzer dan Chandra di artikel ini.

    Sumber:
    https://en.wikipedia.org/wiki/Reflecting_telescope

Tulis komentar