Apa itu Matematika?

Oleh: Hendra Gunawan* (Matematikawan)

“Apa itu matematika?” Pertanyaan ini sering diajukan, dan banyak pula orang yang telah menjawabnya. Ada yang menganggap matematika sebagai ilmu, tetapi ada juga yang tidak setuju menggolongkannya sebagai ilmu (sains). Namun banyak orang sepakat bahwa yang dipelajari dalam matematika adalah hal-hal yang berkaitan dengan kuantitas dan bentuk.

Untuk bisa memaknai apa matematika itu, kita perlu mendalaminya — bercengkerama dengannya terlebih dahulu. Kalau Adik-adik hanya baru ‘berjumpa’ dengan satu atau dua soal matematika dan mengerjakannya (dengan mudah atau sebaliknya, dengan susah-payah), barangkali Adik-adik belum bisa menjelaskan apa matematika itu — kecuali sebagai sesuatu yang membuat Adik-adik suka atau sebaliknya, benci.

math o math

Saya yang sudah menekuni matematika beberapa puluh tahun pun masih belum bisa ‘mendefinisikan’ apa matematika itu. Namun, belakangan ini, saya merasakan matematika itu mirip dengan ‘hantu’, dan berpendapat bahwa orang yang bisa menguasai matematika seperti orang yang bisa melihat hantu.

Seorang ahli matematika seolah bisa masuk ke alam matematika, asyik bermain di sana, tetapi ketika kembali ke alam fisis dan menceritakannya kepada orang lain, tidak ada yang memahaminya (duh!). Walau menurutnya ‘hantu’ matematika itu cantik, orang tidak percaya, bahkan banyak yang bertanya: “apa gunanya mempelajari matematika itu?”

Namun, berbeda dengan hantu yang menghuni rumah angker, matematika berkembang sebagai ‘ilmu’ atau sistem pengetahuan, khususnya sejak era Yunani Kuno. Berawal dari geometri dan aritmetika, cabang-cabang matematika lainnya, seperti aljabar, kalkulus, dan statistika pun lahir.

Seperti halnya fisika dan kimia, matematika juga merupakan himpunan pengetahuan dan temuan manusia, yang diperoleh dengan metode yang solid, disepakati oleh para pakar dalam bidangnya masing-masing, dan telah banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tetapi, berbeda dengan fisika, kimia, dan ilmu lainnya yang berbasis alam (empiris), materi yang dipelajari dalam matematika tidak terindera (oleh panca indera kita). Matematikawan bercengkerama dengan ide (gagasan) atau konsep di alam pikiran, yang dibahas, dikupas, dan didalami dari waktu ke waktu. Kegiatan bermatematika sarat dengan olah pikir atau bernalar. Matematikawan acap kali mencari pola atau struktur, sebelum akhirnya sampai pada suatu kesimpulan: a-ha!

Adik-adik mungkin tidak bisa melihat hantu di rumah angker, tapi bisa loh bersahabat dengan ‘hantu’ matematika. Kemampuan dan kepekaan matematika bisa diasah. Bukan dengan bertapa atau bersemedi di kuburan, tetapi dengan belajar dan berlatih. 🙂

Sumber gambar: http://simonsingh.net

*Hendra Gunawan adalah dosen matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung, sejak 1988. Pada tahun 2013, ia menggagas blog anakbertanya.com dan sejak itu mengelola blog tersebut yang menerbitkan jawaban para pakar atas berbagai pertanyaan anak-anak.

2 thoughts on “Apa itu Matematika?

  1. Untuk anak-anak, jawaban pendek yang cukup masuk akal adalah:

    Matematika itu awalnya adalah ilmu hitung untuk perdagangan kuno
    kemudian berkembang menjadi ilmu ukur tanah dan bangunan
    dan sekarang berkembang menjadi rumus/algoritma untuk segala sesuatu yang bisa diotomatiskan oleh mesin
    di masa depan matematika masih berkembang lagi menjadi teori terhadap segala sesuatu

  2. Untuk anak SMA saya katakan bahwa “matematika itu seni”, kemudian saya tunjukkan ‘keindahan’ matematika melalui pola-pola, rumus, dan keteraturan di alam

Tulis komentar