Ibu Sering ke Pertemuan Koperasi. Apa Gunanya Koperasi Itu?

Oleh: Anna Erliyana (Pakar Hukum dan Kepemerintahan)

Wah, hebat ya, masih kecil sudah tertarik dengan koperasi. Sebelum saya menjawab apa gunanya koperasi itu, saya akan cerita dulu pengalaman saya dengan koperasi ya.

Di RT tempat saya tinggal, koperasi sudah berdiri sejak tahun 1980, dan merupakan satu-satunya koperasi yang masih bertahan di pemukiman wilayah Depok Utara. Digerakkan oleh kaum ibu, keanggotaannya “meluas” kepada para bapak dan anak-anak dalam keluarga masing-masing.

Koperasi ini hanya bergerak dalam simpan pinjam, dimulai dengan iuran anggota Rp 2.500/orang. Amat berguna untuk para pensiunan, bahkan ada yang bisa mencicil komputer. Saat itu, setiap anggota bisa meminjam Rp 2,5 juta yang kemudian dicicil 10 kali, dan cicilan ke-11 dianggap sebagai “jasa” koperasi yang dikumpulkan dan pada akhir tahun dibagikan kepada anggota lagi (setelah dipotong biaya administrasi).

Beberapa tahun kemudian, iuran naik menjadi Rp 5.000/orang, dan besar pinjaman maksimum meningkat menjadi Rp 6 juta.

Pengurusnya terdiri dari tiga orang ibu, tidak ada yang menerima honor. Mereka bekerja dengan sukarela dengan kesadaran untuk menolong sesama warga, dengan semangat “guyub” atau gotong-royong. Besar iuran ditentukan berdasarkan kesepakatan semua anggota dan biasanya tidak ada yang keberatan karena semua merasakan manfaatnya.

Jarang terjadi ada anggota yang mangkir tidak membayar kewajiban cicilannya, karena setiap anggota sadar betul bahwa kalau dia mangkir maka akan ada anggota lain yang “dirugikan”, misalnya tidak bisa meminjam uang dari koperasi pada saat sedang membutuhkan dana.

Itulah gunanya koperasi yang dapat dirasakan sebagai kegiatan bersama dan untuk kepentingan bersama. Dan pada contoh yang saya berikan, para Ibu lah penggeraknya!

Sumber gambar: http://berita.plasa.msn.com

Tulis komentar